Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

SMAN 1 Genteng Banyuwangi: Pawai Budaya, Sajikan Tarian Tradisional hingga Potensi Desa

sman-1-genteng-banyuwangi:-pawai-budaya,-sajikan-tarian-tradisional-hingga-potensi-desa
SMAN 1 Genteng Banyuwangi: Pawai Budaya, Sajikan Tarian Tradisional hingga Potensi Desa

Radarbanyuwangi.id – Peserta pawai budaya dari SMAN 1 Genteng, memukau ribuan penonton yang berjejer di sepanjang jalan. Mereka menyuguhkan pertunjukan yang beragam dan penuh warna dalam acara untuk memeriahkan HUT ke-79 RI pada Kamis (29/8).

Dalam pawai budaya yang digelar Pemerintah Kecamatan Genteng dengan start RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu, para siswa SMAN 1 Genteng tidak hanya menampilkan bakat para siswa, tetapi juga mengangkat potensi desa dengan tema, Ndaru Deso Revival of Village.

“Ikut pawai budaya ini bentuk dukungan sekolah terhadap kegiatan kebudayaan di Banyuwangi,” kata Plt Kepala SMAN 1 Genteng, I Ketut Renen.

Dalam pawai budaya ini Ketut bersama istri, para guru, dan karyawan ikut turun lapangan. Mereka membaur dengan para siswanya sampai finis di di depan Bulog Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

“Kami ingin menunjukkan semangat dan dedikasi siswa kami dalam pelestarian budaya,” ujarnya.

Baca Juga: Resep dan Bahan Membuat Es Cendol Manis dan Legit, Cocok Diminum Saat Cuaca Panas

Para siswa yang ikut pawai budaya ini tampak antusias dengan , menampilkan i pertunjukan menarik, seperti tari tradisional gandrung dan jaranan, penampilan BEC, dan Paskibra. “Partisipasi siswa dalam karnaval ini mencerminkan komitmen kami untuk melestarikan budaya dan tradisi,” ungkapnya.

Ketut menjelaskan tema yang diusung dalam pawai budaya ini, Ndaru Deso Revival of Village, bertujuan memperkenalkan potensi desa di Bumi Blambangan.

Pawai ini menyoroti berbagai komoditas unggulan desa seperti cokelat dan buah naga. “Kami ingin generasi muda dan masyarakat luas lebih mengenal kekayaan desa melalui kegiatan ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Pos SAR Banyuwangi Segera Di-upgrade Menjadi Kantor, Ini Alasan Kepala Basarnas

Karnaval ini bukan hanya sebagai ajang ekspresi seni, tetapi juga sebagai sarana edukasi tentang potensi lokal. Penampilan pakaian adat oleh para siswa, menambah keindahan dan keunikan acara tersebut. “Melalui acara ini, kami berharap masyarakat semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah,” kata Ketut.

Ketut menambahkan, pawai ini menjadi momen spesial untuk memperingati HUT ke-79 RI. Masyarakat yang hadir tampak antusias dan memberikan dukungan penuh. “Kehadiran masyarakat itu bentuk dukungan, ini bagian yang penting dari suksesnya acara ini,” katanya.  

Selain itu, pawai budaya ini juga menjadi ajang promosi bagi produk lokal desa. Cokelat dan buah naga yang menjadi komoditas unggulan desa diperkenalkan dengan cara yang menarik oleh para siswa di sekolah terbaik di Bumi Blambangan ini. “Kami ingin produk lokal desa lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas,” tandasnya.(rei/abi)