Solar Semakin Langka

0
148

solar1GAMBIRAN – Bahan bakar solar semakin sulit didapat di Banyuwangi. Sebab, begitu pasokan dari Pertamina datang, langsung diserbu pembeli. Seperti yang terlihat di SPBU Desa Yosomulmyo, Kecamatan Gambiran, kemarin. Di SPBU itu terlihat lengang. Tak ada kendaraan roda empat maupun truk yang antre untuk mendapatkan solar sebagaimana sehari sebelumnya. Yang terlihat hanya kendaraan roda dua dan empat yang lalu lalang di areal SPBU untuk mengisi bahan bakar bensin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Itupun tanpa harus antre sebagaimana kendaraan yang ingin mengisi solar pada sehari sebelumnya. Nur, salah satu pegawai di SPBU Yosomulyo mengatakan, mulai pagi tidak ada antrean pembelian solar. “Apa yang mau diantrekan solarnya belum datang,” jelas wanita ini sambil duduk di kursi kasir. Nur mengaku tidak tahu kapan kirim solar dari Pertamina akan datang ke SPBU tersebut. Yang jelas sampai kemarin siang masih belum ada kiriman ke tempatnya bekerja. “Nggak tau kapan datangnya, Mas,” tandasnya.

Loading...

 Pantauan wartawan koran ini juga menyebutkan, sepinyaantrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar solar tersebut juga terlihat di SPBU Desa Genteng Wetan, dan Desa Setail, Kecamatan Genteng. Dua SPBU di selatan jalan raya jurusan Jember-Banyuwangi tersebut, sama-sapa terlihat lengang dari kendaraan roda empat dan truk yang hendak mengisi solar, sebagaimana sehari sebelumnya Seperti diberitakan kemarin, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih belum teratasi di Banyuwangi.

Sejumlah Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) masih banyak yang kosong. Seperti yang terjadi di SPBU Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Puluhan kendaraan roda empat berbagai jenis seperti truk, mobil dan bus mengantre untuk mengisi solar. Antrean tersebut berlangsung hingga berjam-jam. Antrean itu menimbulkan ruas jalan poros Gambiran- Genteng terjadi kemacetan. Bayangkan, halaman SPBU tersebut tidak mampu menampung banyaknya kendaraan yang akan mengisi solar.

Akibatnya, puluhan kendaraan terpaksa antri hingga di badan jalan. Sopir tetap bertahan untuk mengisi solar di SPBU tersebut. Sikap para sopir itu dianggap sebagai aji mumpung. ‘’Kalau nggak antre seperti ini, nggak dapat solar,’’ cetus salah satu sopir saat antre di SPBU setempat. Jemmy, petugas SPBU setempat mengatakan, bahwa pasokan dari terminal Pertamina Tanjung Wangi Banyuwangi memang dibatasi. Dia menyebut, kiriman solar diterima SPBU hanya tiga kali dalam sepekan. ‘’Cuma dikirim 8.000 liter,’’ kata Jemmy. (radar)

Loading...