Songkok dari Debog Pisang

0
3011


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BLIMBINGSARI – Limbah debog pisang yang banyak terbuang sia-sia, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berharga dengan nilai jual yang tinggi. Itu seperti yang dilakukan Hadromi, 65, asal Dusun Krajan, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari.

Di tangan dinginnya, debog pisang yang banyak berserakan di sekitar rumahnya disulap menjadi kerajinan songkok yang apik, antik, awet, dan ramah lingkungan. “Awalnya membuat songkok dari debog ini hanya iseng,” terang Hadromi.

Pembuatan songkok dari debog  itu bermula membuat songkok berbahan kain batik khas Banyuwangi. Bayangnya, setelah laku di pasaran, songkok batik khas Banyuwangi itu  banyak yang ditiru dan diproduksi  oleh perajin lain di Banyuwangi.

Loading...

Tidak hanya itu, songkok batik khas Banyuwangi hasil kreasinya  dinilai juga kurang ramah lingkungan, karena bergantung pada  pabrik dan harga kain batik yang  terus berkembang. Hingga akhirnya, terang dia, diputuskan mencari kreasi lain dengan membuat songkok berbahan debog  pisang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Banyuwangi