Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Super Air Jet Gagal Mendarat di Bandara Banyuwangi karena Cuaca Buruk

super-air-jet-gagal-mendarat-di-bandara-banyuwangi-karena-cuaca-buruk
Super Air Jet Gagal Mendarat di Bandara Banyuwangi karena Cuaca Buruk

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU370 rute Jakarta-Banyuwangi gagal mendarat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, karena cuaca buruk, Rabu (27/8/2025).

Pesawat yang terbang dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 09.19 WIB dengan membawa 180 orang penumpang tersebut harus mengalihkan pendaratan.

“Tadi pesawat divert (dialihkan pendaratannya) ke Surabaya karena low visibility,” kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Banyuwangi, Johan Seno Acton.

Baca juga: Cuaca Buruk, 2 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara El Tari Kupang

Johan mengatakan, pilot sudah mencoba untuk menunggu melakukan pendaratan sampai jarak pandang membaik, tetapi akhirnya pendaratan tetap diputuskan untuk dialihkan.

Pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda pada pukul 11.24 WIB dan kembali melakukan penerbangan ke Banyuwangi pada 12.56 WIB.

“Divert ke Surabaya terlebih dahulu, baru melanjutkan ke Banyuwangi. Landing di Banyuwangi pukul 13.24 WIB,” ujar Johan.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut tak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Blimbingsari Banyuwangi karena hanya ada satu penerbangan pada hari ini.

Selain itu, pelayanan penumpang juga ditangani dengan baik dan terinformasi dengan jelas.

Baca juga: Gagal Mendarat Saat Main Paralayang, 2 WN Korea Tewas di Bali

Sementara itu, salah satu penumpang pesawat, Ayung Notonegoro, mengungkapkan kelegaannya karena telah melewati drama penerbangan selama sekitar 4,5 jam.

Ia menuturkan bahwa dari jendela pesawat, tampak awan tebal di langit Banyuwangi dan terjadi turbulensi saat pesawat akan mencoba pendaratan.

“Awan tebal. Saat mau landing terjadi turbulence, yang (pendaratan) kedua tipis-tipis (turbulensinya),” tutur Ayung.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!