BANYUWANGI, KOMPAS.com – Revisi Undang-Undang Haji telah disahkan, yang mana memutuskan adanya alih tanggung jawab terkait urusan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji.
Terkait hal tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi mengaku masih menunggu informasi lengkap setelah disahkannya revisi Undang-Undang Haji dan pemisahan tugas tersebut.
“Revisi Undang-Undang Haji sudah disahkan kemarin, tetapi masih harus diproses lebih lanjut di Sekretariat Negara. Sampai saat ini, kami di Kemenag belum menerima salinan resmi undang-undang tersebut,” kata Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat, Rabu (27/8/2025).
Baca juga: Bahlil Sebut Belum Ada Tawaran ke Golkar Isi Posisi di Kementerian Haji dan Umrah
Chaironi mengaku belum dapat menjelaskan secara detail, tetapi menurut informasi yang ia terima, Kementerian Haji akan memiliki personel di tingkat daerah.
Dengan begitu, urusan haji di kabupaten akan dilepaskan dari Kemenag.
Meski begitu, pihaknya akan tetap memberikan bantuan semaksimal mungkin demi kelancaran pelaksanaan haji tahun 2026.
“Bagaimanapun, pelayanan kepada jemaah haji harus diberikan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Chaironi mengatakan, saat ini belum ada tahapan untuk pelaksanaan haji 2026.
Namun, Kemenag Banyuwangi telah menerima data estimasi sekitar 80 calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun depan.
Data ini berdasarkan urutan porsi yang resmi, termasuk tambahan prioritas untuk lansia.
Namun, ia menekankan bahwa angka tersebut masih sebatas estimasi.
Baca juga: Bos Maktour soal Kuota Haji yang Didapatnya di Era Yaqut: Sangat Kecil
Apabila Kementerian Haji sudah terbentuk dan perwakilannya sudah ada di Banyuwangi, pihaknya siap menyerahkan data-data tersebut untuk dikelola lebih lanjut.
“Kalau nanti kami diminta bantuan, tentu kami siap membantu semaksimal mungkin demi kelancaran haji 2026,” ujarnya.
Chaironi mengatakan, meski tak lagi menangani urusan haji, Kemenag di daerah bisa berfokus pada hal-hal lain yang menjadi bagian dari tanggung jawab Kemenag.
“Ada banyak tugas Kemenag di luar haji, seperti urusan kepenghuluan, penyuluhan agama, pendidikan madrasah, serta pengelolaan zakat dan wakaf,” kata dia.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!