Tak Terurus, Terowongan Bambu Wisata mulai Keropos dan Lapuk

  • Bagikan
RUSAK: Beberapa titik Terowongan bambu di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo keropos dan reyot, kemarin (28/5). Foto : radarbanyuwangi.jawapos.com

Terowongan bambu wisata di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, yang dibangun pada 2018, kini mulai keropos dan rusak. Beberapa bambu yang menghiasi jalan sepanjang 200 meter itu, tampak lapuk dan tidak terurus.

Di terowongan bambu itu ada beberapa titik yang sudah lapuk dan reyot. Dan itu berbahaya bagi pengendara dan warga yang melintas di bawahnya.

“Banyak yang reyot dan nyaris roboh,” terang Dian Wijaya, 45, warga Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo.

Menurut Dian, atap terowongan itu juga banyak yang bolong, jika hujan disana-sini bocor. Pemerintah desa belum melakukan pembenahan terowongan yang sudah rusak tersebut. “Sebenarnya terowongan itu kalau dirawat sangat bagus dan menarik banyak perhatian,” terangnya.

Camat Tegaldlimo, Sigit Harjoanto mengatakan terowongan sepanjang 200 meter itu dibuat oleh Pemerintah Desa Kedungwungu untuk mempercantik jalan.

Awalnya, terowongan itu banyak menarik perhatian warga sekitar maupun wisatawan, terutama peziarah yang berkunjung ke makam Mbah Wali Abu Hasan Basri. “Terowongan itu sempat menarik perhatian setelah peresmian,” cetusnya.

Terkait bambu pada terowongan yang reyot, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan perbaikan.

Sebab, terowongan bambu itu sangat ikonik dan banyak menarik perhatian, khususnya bagi kaum milenial. “Jika sudah keropos dan perlu pembenahan, akan segera dibenahi agar terlihat lebih bagus lagi,” katanya.(kri/abi) (bw/kri/als/JPR)

Sumber : https://radarbanyuwangi.jawapos.com/read/2021/05/31/264466/tak-terurus-terowongan-bambu-wisata-mulai-keropos-dan-lapuk

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: