Tari Gandrung Banyuwangi Meriahkan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara

0
1354
Tari Gandrung Banyuwangi. (Foto: Merdeka.com)

BANYUWANGI – Penampilan kolosal 216 penari Gandrung asal Banyuwangi mengawali rangkaian upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8). Ratusan pelajar SMP dan SMA dari Banyuwangi itu menampilkan Tari Gandrung dengan kreasi baru yang diberi nama Jejer Kembang Menur yang mampu memukau ribuan tamu kehormatan dari seluruh Indonesia dan perwakilan negara sahabat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Diawali dengan kemunculan seratusan penari dari sisi kanan, lalu disusul sebagian penari lainnya di sisi kiri. Mereka bertemu di tengah lapangan dengan membentuk formasi tiga baris. Seragam yang dominan merah menjadi aksen yang mencolok di tengah rerumputan yang hijau.

Kipas berwarna merah dan putih yang menjadi aksesoris seolah menjadi kibaran bendera saat penari bergerak menggelombang. Di pengujung atraksi, para penari membentuk formasi 72 sesuai usia kemerdekaan tahun ini, lalu kompak meneriakkan “Indonesia Kerja Bersama” yang menjadi tema besar peringatan kemerdekaan.

Aplaus meriah membahana dari tribun kehormatan seusai penampilan penari. Tampak para tamu undangan memfoto para penari, dan tak sedikit yang mengajak swafoto.

Loading...

“Tari Gandrung ini pada dasarnya adalah tarian yang menyiratkan nasionalisme. Seusai perang melawan Belanda, rakyat Banyuwangi mengonsolidasikan kekuatan dengan menggunakan media tari agar tak dicurigai oleh penjajah,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last