Tarian Gandrung Bermasker Meriahkan Kampung Tangguh

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Poso

BANYUWANGI – Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Jawa Timur Kombespol Adi Karya Tobing meninjau kesiapan kampung tangguh di Banyuwangi.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, diantaranya Kampung Tangguh Semeru di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh; Kampung Tangguh Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng; dan Kampung Tangguh Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Kombespol Adi Karya Tobing memberikan apresiasi atas upaya warga Banyuwangi dalam memutus mata rantai COVID-19 dan menghadapi era kenormalan baru alias kebiyasaan anyar.

Dalam kunjungan tersebut, Kabidkum Polda Jatim Kombespol Adi Karya Tobing hadir bersama dengan Kasubditgakum Ditlantas Polda Jatim AKBP Adithya Panji Anom didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto.

Rombongan kali pertama mengunjungi kesiapan kampung tangguh di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Begitu tiba, rombongan langsung dicek suhu tubuhnya menggunakan therma gun.

Kemudian rombongan langsung meninjau ruang isolasi, pendataan, dan penanganan warga yang diduga terinfeksi virus korona.

Rumbongan juga mengunjungi lumbung pangan dan berkesempatan menyicipi kopi Desa Singolatren yang diolah langsung oleh barista.

“Warga Banyuwangi sudah sangat siap, ini sebagai role model yang bermanfaat memutus mata rantai virus korona dan siap menghadapi new normal,” ungkap Kombespol Adi Karya Tobing.

Apalagi, saat ini Banyuwangi masih berada di peringkat tiga terbawah daerah terjangkit COVID-19 di Jawa Timur yang berhasil menekan angka penyebaran virus Korona.

“Kami sangat mengapresiasi upaya ini dan (penularan Covid-19) ini harus terus ditekan agar Banyuwangi benar-benar menjadi zona hijau dari penyebaran virus korona,” jelasnya.

Saat datang ke kampung tangguh di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, tim Asistensi Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Polda Jatim disambut oleh penari gandrung.

Baca :
Truk Kelebihan Muatan ”Standing” saat Masuk Kapal

Para penari mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan. Pemandangan yang tak lazim itu menjadi tontonan tersendiri bagi para tamu undangan.

Keberadaan para penari gandrung tak lain untuk menarikan tari jejer gandrung sebagai tarian penyambutan tamu kehormatan di Banyuwangi.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, ada tiga desa di tiga kecamatan yang dikunjungi langsung tim Polda Jatim, yakni Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh; Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng; dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Kunjungan itu dilakukan langsung Tim Asistensi Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Polda Jatim, bertanggungjawab pada Kapolda Jatim untuk ditindaklanjuti kepada Kapolri.

Tim Pamatwil melihat langsung kesiapan masyarakat di lapangan, apakah sudah memenuhi kriteria dan syarat untuk menjadi kampung tangguh atau tidak.

Antara lain seperti tersedianya lumbung pangan yang dikelola secara mandiri, tempat isolasi, pendataan, dan penanganan warga jika ada yang terinfeksi virus korona.

“Hasil supervisi ini nantinya akan dilaporkan ke Kapolda oleh tim Pamatwil,” jelasnya.

Secara umum, kata Arman, kampung tangguh yang dikunjungi sudah memahami prosedur teknis guna memutus mata rantai panyebaran virus korona ini. Hampir sebagian warga juga telah mempraktikkan protokol kesehatan virus korona.

“Semoga kampung tangguh ini bisa benar-benar terwujud dan menular ke kampung-kampung lainnya. Sehingga kampung bisa berdaya dan tangguh di segala bidang untuk membangun lingkungan sehat, bersih, masyarakatnya guyub dan penuh kegotongroyongan,” pungkasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: