Tari Saman Ramaikan Bazindo

0
432
BANGGA INDONESIA: Penulis (tengah) pada acara Bazindo di Student Life Centre Foyer, Taylor’s Lakeside University.
BANGGA INDONESIA: Penulis (tengah) pada acara Bazindo di Student Life Centre Foyer, Taylor’s Lakeside University.

ACARA Bazindo (Bazar Indonesia) yang diselenggarakan pada tanggal 5-9 November 2012 lalu oleh Komando ’45 (Komunitas Anak Indonesia dengan semangat 45) di Taylor’s Lakeside University, Kota Satelit Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, berlangsung sukses.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Es teler, pempek, bakso, sate madura, sate padang, roti impit, martabak manis, beragam snack, dan berbagai minuman asli dari tanah air Indonesia berhasil disajikan di acara perdana Komando ’45 ini. Alhasil, banyak orang di Indonesia yang rela datang hanya untuk mencicipi berbagai makanan yang disediakan di Bazindo.

Loading...

Selain menjajakan berbagai makanan, Bazindo juga memamerkan berbagai instrument musik tradisional, batik, rumah adat, dan berbagai souvenir hasil karya anak bangsa. Tak hanya cukup sampai di situ, seluruh pendukung acara ini memang dengan serempak mengenakan baju batik. “Kita memang sengaja mengenakan batik untuk menciptakan suasana tanah air Indonesia di bumi Malaysia. Khususnya di Taylor’s University,” ujar Amanda Amalia, 20, Wakil President Komando ’45.

Acara yang berhasil digarap menarik oleh pelajar Indonesia ini memang patut diacungi jempol. Di hari kedua Bazindo, tujuh orang yang tak lain adalah para panitia Komando ’45 menarikan salah satu tarian tradisional Aceh. Tarian yang kondang dengan nama Tari Saman ini berhasil menyedot ratusan mata untuk menonton kecepatan tangan, yang berpadu dengan keseragaman dari satu penari ke penari yang lainnya. Acara Bazindo ini tidak hanya dibuat untuk mempromosikan klub Komando ’45 di kalangan pelajar, terlebih acara ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai sisi kebudayaan dan tradisional yang masih cukup kental di Indonesia. (radar)

*) Penulis adalah mahasiswa asal Banyuwangi yang saat ini menempuh studi di Taylor’s Lakeside University, Malaysia.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2