Temukan Dua Kapak Perunggu Era Dong Son

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi menemukan dua kapak perunggu di hutan kawasan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, wilayah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, dua kapak berwarna biru itu, diduga peninggalan era Dong Son di Vietnam sekitar tahun 600 sebelum Masehi.

Dua kapak perunggu itu, kali pertama ditemukan oleh anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Bonavita Budi Wijayanto bersama anggota Polhut yang meninjau lokasi. Sebelumnya, warga melihat ada sinar yang muncul di bukit hutan tersebut.

“Kami lakukan survey ke lokasi pada Senin (22/6/2020) lalu,” ujar anggota TACB, Bonavita Budi Wijayanto.

Survey itu, terang dia, dilakukan setelah ada cerita dari warga yang melihat sinar pada malam hari. Selama ini, perbukitan yang dikenal Gumuk Pot itu, dikenal tempat yang keramat.

“Warga sering melihat yang aneh-aneh, katanya ada gendaruwo (semacam makhluk halus) di tempat itu,” katanya.

Sebelum mendaki Gumuk Pot, ia menemui sejumlah warga dan disampaikan lokasi itu berada di hutan milik Perhutani dan dipenuhi pohon jati.

“Gumuk Pot itu oleh warga dikeramatkan dan dipagari bambu seadanya,” terangnya.

Setelah mendapat keterangan dari warga, pada Minggu (28/6/2020) pendakian ke Gumuk Pot dilakukan dengan membawa alat pemindai logam.

Saat melakukan pemindaian, ditemukan anomali di dalam tanah dengan kategori High Conduktiv Objek yang sering teridentifikasi sebagai ferous objek, dan terindikasi pada kedalaman sekitar tujuh inchi.

“Dengan temuan itu, kami menyimpulkan di lokasi itu mempunyai potensi benda Cagar budaya,” paparnya.

Dari temuan itu, jelas dia, diputuskan melakukan ekskavasi ringan menggunakan cethok dan pin pointer detector, ini untuk memandu ekskavasi secara presisi tanpa merusak objek. Pada kedalaman 20 centimeter, ditemukan objek berwarna kehijauan.

“Kami angkat tanpa merusaknya,” terangnya.

Pemindaian terus dilakukan dan hasilnya banyak ditemukan anomali, berupa sampah modern seperti paku, bungkus minuman, tutup botol, dan sampah modern lainnya. Sekitar dua jam kemudian, ditemukan anomali dengan indikasi Low Conductiv atau Non Ferous.

Setelah dilakukan ekskavasi secara presisi dengan bantuan pin pointer detector, ditemukan objek dua yang bentuk dan bahannya serupa dengan objek satu, tapi ukurannya lebih kecil.

“Kemungkinan benda-benda itu era Dong Son di Vietnam sekitar tahun 600 sebelum Masehi,” ungkapnya.

Berdasarkan referensi yang diperoleh dan pendapat dari anggota TACB lainnya, H Ilham yang juga pernah menemukan benda serupa, objek temuan itu jenis kapak perunggu. Dan itu alat upacara pemakaman peradaban dulu. Di lokasi itu, diduga situs makam kuno yang sudah terkikis erosi akibat air dan kegiatan perladangan penduduk.

“Objek temuan itu barang Cagar budaya yang tergolong sangat langka, unik, dan memiliki seni ukir yang sangat tingi,” jelasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: