Tiada Saksi, Diduga Terpeleset ke Kolam

0
318
BERDUKA: Para kerabat berada di samping jenazah Fidi di RSUD Blambangan.
BERDUKA: Para kerabat berada di samping jenazah Fidi di RSUD Blambangan.

Pengawasan orang tua sangat penting dilakukan demi menjaga keselamatan anak. Terlebih anak yang masih berusia di bawah lima tahun (balita). Sedikit saja lengah, bahaya bisa mengancam.
-SIGIT HARIYADI, Banyuwangi-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SIANG itu, sepasang pria-wanita tampak keluar dari kamar mayat RSUD Blambangan. Di ruangan yang menyerupai lobi tersebut, keduanya berjalan mondar-mandir. Kesedihan terlihat dari raut wajah mereka. Sejurus kemudian, keduanya kembali masuk ke dalam kamar mayat tersebut.

Di dalam ruangan yang didominasi warna hijau itu, terlihat sesosok balita terbujur kaku di atas meja beton. Sesekali keduanya mengelap air yang masih terus keluar dari mulut dan hidung jenazah bocah tersebut. Bocah malang itu bernama M. Hafid Hafidi, 3, warga Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi.

pasangan yang menunggui itu adalah kakek-neneknya, yakni Subandi, 45, dan Musri, 44. Pasutri itu sangat merasa kehilangan cucu kesayangannya. Fidi, begitu Hafidi karib disapa. Bocah laki-laki yang satu ini ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kolam eks lokasi pembuangan tinja tidak jauh dari kediamannya kemarin siang (9/5).

Orang-orang terdekatnya sama sekali tidak menyangka bocah yang dikenal penurut itu telah pergi untuk selama-lamanya saat usianya masih belia Pagi sebelum kejadian, Fidi keluar rumah bersama kakaknya, M. Fiki Akbar, untuk bermain layang-layang. Entah bagaimana ceritanya, sekitar pukul 10.00 Fiki yang masih tercatat sebagai siswa kelas III SD pulang sendirian.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last