TNI Pasang Rambu Evakuasi

0
545

Masyarakat Diimbau Jangan Terlalu Panik

SONGGON – Gunung Raung yang kini  terus mengeluarkan lava pijar dan memuntahkan material membuat anggota Koramil Songgon bersama perangkat desa dan relawan mulai melakukan antisipasi terburuk. Untuk menjamin keamanan bila Gunung  Raung meletus, seharian kemarin (6/7) anggota Koramil bersama para  relawan memasang sejumlah rambu  evakuasi.

Pemasangan rambu itu difokuskan di kampung yang terdampak langsung erupsi. Komandan Koramil (Danramil) Songgon, Kapten (Inf) M. Dahlan mengatakan, rambu evakuasi yang dipasang itu selama ini sudah dipersiapkan di Makoramil.

Pemasangannya masih menunggu  petunjuk. “Kita sudah siapkan ramburambu evakuasi,” katanya. Setelah ada petunjuk dan arahan langsung dari Dandim, Letkol (Kav) Mangapul Hutajulu, rambu- rambu yang sudah disiapkan  itu akan dipasang di sejumlah simpul jalan, seperti jalan simpang tiga dan simpang empat.

“Pemasangan ini sebagai bentuk antisipasi awal, jadi agar masyarakat tidak bingung,” jelasnya. Rambu untuk arah evakuasi itu, terang dia, dipasang mulai Kampung Dani, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, yang berjarak sekitar delapan kilometer dari puncak Gunung Raung.

Rambu evakuasi itu juga dipasang di Kampung Palbatu, Dusun Bejong, Dusun Lider, Dusun Kampung Anyar, dan Dusun Mangaran, Desa Sumberarum. Pemasangan rambu evakuasi itu  dianggap sangat penting bagi warga yang akan mengungsi. “Jika kemungkinan terburuk status Gunung Raung naik menjadi awas, warga yang panik tidak bingung kemana harus pergi dan di mana harus kumpul,” ungkapnya.

Mengenai berapa banyak rambu yang dipasang, mantan Pasi Intel Kodim 0825 Banyuwangi itu mengaku masih belum menghitung pasti. Yang jelas, hingga Senin siang (6/7) pemasangan rambu evakuasi masih kurang. Beberapa simpul jalan di Desa Sumberarum belum terpasang rambu evakuasi.

“Akan segera kita lengkapi, dan akan kita pasang  disimpul jalan yang masih belum terpasang,” terangnya. Sambil memasang rambu arah evakuasi, anggota Koramil yang berpakaian dinas dibantu kepala dusun (kadus) setempat dan para relawan terus menyosialisasikan pada warga agar tetap tenang dan tidak panik, meski telah dipasang rambu arah evakuasi tersebut.

Baca :
Pemotor Tewas Diseruduk Mobil Terios

“Kita akan terus memantau. Sekarang kami mendirikan tenda darurat di depan kantor,” ungkapnya. Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Raung masih menunjukkan peningkatan secara fluktuatif. Tingkat kegempaan masih terus terjadi.

Erupsi  di dalam kaldera kawah masih terjadi hingga mengeluarkan  suara gemuruh dan dentuman  secara terus-menerus. Hingga kemarin (6/7), data yang terekam di Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Raung, gempa tremor masih terus berlangsung dan tercatat memiliki amplitudo 4 sampai 32 milimeter dengan dominasi 28 milimeter.

Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api  wilayah Barat (Sumatera Jawa) PVMBG, Hendra Gunawan, mengatakan pengamatan secara visual masih terjadi asap berwarna abu-abu dengan ketinggian 400 hingga 500 meter, yang tertiup  angin ke arah timur tenggara.

Mengenai suara gemuruh dan dentuman yang masih kencang terdengar, Hendra menyebut itu disebabkan tingginya tebing kaldera yang mencapai 550 meter. Sehingga, itu memunculkan suara gemuruh dan dentuman yang menggema.

Sementara data dari kegempaan masih menunjukkan gempa letusan strombolian low frekuensi sekitar 1,5 sampai 2,1 hz. “Jika dilihat dari frekuensinya, itu merupakan aliran fluida, bukan  tekanan gas yang sifatnya membuat rekahan baru,” jelasnya.

Tipe letusan gunung setinggi 3.332 mdpl itu juga terbacadari sejarah erupsinya. Hampir 90 persen berupa letusan strombolian. Tekanan gas relatif lemah, sedangkan semburan material pijar dan lavanya juga encer. “Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, karena kita akan terus pantau perkembangan gunung dengan ketat,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, erupsi mirror Gunung Raung masih berlangsung dan menyemburkan material asap bercampur abu setinggi 500 meter ke arah tenggara  (Selat Bali).(radar)