Traffick Light Lateng Mati, Anak-anak Bantu Atur Lalin

0
818
Beberapa anak pengatur lalin dadakan mengatur kendaraan yang melintas di perempatan Jalan MH Tahmrin, Banyuwangi.

BANYUWANGI – Traffick light di jalan MH. Thamrin Banyuwangi mati. Akibatnya, arus lalu lintas terlihat kacau. Untungnya, ada anak-anak dengan sukarela ikut membantu arus lalin biar tidak semakin kacau.

Anak-anak tersebut turun ke jalan untuk mengatur lalin kendaraan karena lampu merah di perempatan Kelurahan Lateng tersebut mati sejak dua hari lalu. Bermodal peluit serta saling sigap, anak-anak berusia 13 tahun tersebut begitu lihai mengatur lalu lintas di jalan nasional tersebut.

Loading...

Tak sedikit pengendara memberi uang receh untuk jasa mereka karena sudah membantu mengatur lalu lintas. Fauzan Firli Alfahri, 13, pengatur lalin dadakan mengaku, jika dalam satu hari dirinya dapat meraup uang receh hingga mencapai nominal Rp 190 ribu.

Apalagi lampu merah di perempatan Kelurahan Lateng tersebut sering sekali mati. “Lampu merah itu mati mulai pukul 15.00 Jumat lalu (5/1). Dalam satu hari biasanya satu anak bisa dapat Rp 120 hingga 190 ribu,” ujar Fauzan.

Perempatan Jalan MH Thamrin tersebut memang sangat padat dan lampu merahnya sering mati. Jika lampu merah sudah mati maka anak-anak tersebut langsung beralih profesi menjadi pengatur lalin dadakan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Saat Rektor Muda, Risa Santoso, Serap Semangat Inovasi dari Banyuwangi