Tujuh Orang tak Ikut Ujian

0
539

BANYUWANGI – Peserta ujian nasional (unas) SMP di Banyuwangi tahun 2013, sejatinya bukan 17 orang siswa. Karena dari jumlah 17 siswa yang tidak lulus tersebut, sebanyak tujuh orang siswa ternyata memang tidak mengikuti ujian. Sementara itu, nilai unas sepuluh siswa peserta unas yang tidak lulus itu tidak memenuhi passing grade sebagai syarat kelulusan peserta unas.

“Nilai mereka anjlok. Hasil ujiannya tidak mencapai syarat kelulusan unas,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono melalui Kasi Pendidikan SMP, Sutikno. Sedangkan yang tujuh siswa lainnya, mereka tidak lulus karena sama sekali tidak mengikuti ujian. Tujuh orang itu, semua mata pelajaran yang diujikan tidak ada nilainya.

Karena tidak mengikuti ujian, maka mereka dianggap mengundurkan diri sebagai peserta unas. Sebelum pelaksanaan unas, tujuh orang itu sudah terdaftar sebagai peserta unas 2013. Tapi dalam pelaksanaan ujian, mereka tidak mengikuti ujian dan ada pula mengundurkan diri dengan berbagai alasan. “Yang murni tidak lulus unas hanya 10 orang, tujuh orang tidak mengikuti unas,” tegas Sutikno.

Seperti yang diberitakan kemarin, dari 15.324 peserta Unas SMP di Banyuwangi, 17  dinyatakan tidak lulus. Jumlah itu, belakang itu diketahui yang tidak lulus murni hanya 10 orang. Sedangkan yang tujuh orang lainnya, tidak lulus karena tidak ikut ujian. Kelulusan tahun 2013, naik dibandingkan hasil Unas 2012 lalu.

Kelulusan Unas tahun ini mencapai 99,89 persen atau meningkat dari tahun lalu yang masuk 99,85 persen. Walau persentase kelulusan
meningkat, namun nilai tertinggi hasil unas tahun ini anjlok dibandingkan tahun 2012. Nilai unas tertinggi pada tahun 2013 mencapai 38,55, sedangkan pada tahun lalu, nilai tertinggi mencapai 39,40. Nilai unas tertinggi tahun 2013, masih kalah dengan nilai unas tertinggi kedua tahun lalu yang mencapai 39,35. (Radar)