Tuntut Perbaiki Nasib Nelayan

0
177

tuntutBANYUWANGI – Puluhan mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menggelar long march kemarin (6/4). Dalam aksi tersebut, mereka meminta Pemkab Banyuwangi memperhatikan para nelayan. Menurut para mahasiswa tersebut, nelayan memiliki peran yang besar dalam pembangunan daerah. Sayang, peran itu tidak dihargai oleh pemerintah. “Peran nelayan sangat besar dalam pendapatan daerah, tapi nasibnya ditelantarkan,”cetus salah satu mahasiswa dalam orasinya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Para mahasiswa itu menggelar long march dari Kampus Untag di Jalan Adi Sucipto menuju Jalan A. Yani. Di depan kantor Pemkab Banyuwangi, mereka berhenti dan menggelar orasi. “Nelayan hanya dieksploitasi,” kata Sidiq Mulyana, koordinator aksi. Dalam orasinya, Sidiq Mulyana menyebut, kesejahteraan para nelayan tidak pernah diperhatikan pemerintah. Meski memiliki peran yang besar dalam pembangunan, hidup sebagian besar para nelayan penuh kekurangan. “Kami minta pemerintah lebih memperhatikan nasib nelayan,” ujarnya.

Loading...

Usai berorasi di depan kantor Pemkab Banyuwangi, dengan membawa spanduk berukuran besar, para mahasiswa itu melanjutkan long march menuju Simpang Lima. Selama per jalanan, mereka meneriakkan yel-yel tentang dukungan terhadap nelayan. “Nelayan penyumbang devisa,” sebut Akmalia. Menurut Akmalia, Kabupaten Ba nyuwangi dikitari lautan. Warga yang tinggal di sekitar pantai, lanjut dia, sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. “Warga Banyuwangi ya ng menjadi nelayan sangat banyak. Ingat, Banyuwangi ini dikelilingi laut,” ungkapnya sambil tangannya memegang megaphone.

Hasil kerja para nelayan, ma sih kata dia, bukan hanya dinikmati warga Bumi Blambangan. Ikan tangkapan para nelayan juga dinikmati masyarakat luar kota, bahkan hingga diekspor. “Ikan tangkapan nelayan banyak yang diekspor, tapi nasib nelayan masih menderita,” sebutnya. Puas menggelar orasi di Simpang Lima, aksi para mahasiswa yang digelar dalam rangka Hari Nelayan Nasional itu dilanjutkan dengan pembagian sembako. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. (radar)

Loading...