Warga Kirab Pusaka Puputan Bayu

0
978


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SONGGON- Napak tilas perang Puputan Bayu yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) yang ke-245 di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, berlangsung semarak kemarin pagi (11/12). Dalam napak tilas itu, sejumlah pusaka yang dibuat dalam perang Puputan Bayu melawan penjajah Belanda, oleh warga diarak keliling kampung.

Selain  itu, tumpeng raksasa berisi hasil bumi  juga dikirab mulai dari pasar Desa Bayu hingga wana wisata Rowo Bayu yang berjarak sekitar tiga kilometer. Pj. Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Hadi Wijoyo, 54, mengatakan kirab  pusaka perang Puputan Bayu itu untuk yang kali kedua dilaksanakan.

“Itu bagian untuk melestarikan pusaka warisan leluhur yang ada di Desa Bayu,” katanya. Ratusan pusaka itu, oleh warga dikirab menuju petilasan Prabu Tawang Alun yang berada di wana wisata Rowo Bayu. Sesampai di petilasan, pusaka peninggalan leluhur seperti keris dan tombak oleh sesepuh desa dimandikan air bunga. Selanjutnya, kembali dimasukkan dalam  peti senjata dan disimpan lagi.

Loading...

“Pusaka yang dikirab itu milik warga secara turun temurun, dan diyakini pernah digunakan untuk perang Puputan Bayu,” cetusnya. Dalam napak tilas itu, terang dia, para peserta juga dihibur drama kolosal tentang  perang Puputan Bayu yang diperankan  oleh para pemuda Desa Bayu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last