Warga Miskin Cerdas dan Berprestasi Bisa Kuliah Gratis di Unej

0
543
KERJA SAMA: Bupati Anas dan Rektor Unej Muhammad Hasan menunjukkan MoU dengan Pemkab Banyuwangi.

Untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi warga miskin mendapatkan pendidikan tinggi, Bupati Abdullah Azwar Anas menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama. Yang terbaru, Pemkab Banyuwangi meneken kerja sama dengan Universitas Jember (Unej).

SELAIN dengan Unej Jember, kerja sama Pemkab Banyuwangi dilakukan dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember. Kerja sama itu dimaksudkan untuk menampung warga miskin berprestasi mendapatkan pendidikan tinggi.

Selama ini, banyak warga miskin pintar dan cerdas dengan segudang prestasi tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi karena terbentur tidak ada biaya. Untuk mengatasi persoalan itu, Bupati Anas mengambil terobosan cerdas dengan melakukan kerja sama dengan beberapa PTN.

Dengan kerja sama itu, Pemkab Banyuwangi bisa mengirim warga yang sangat miskin tapi sangat cerdas ke PTN tersebut tanpa melalui tes reguler. Melalui program itu, tidak ada lagi warga Banyuwangi yang sangat miskin dan sangat pintar yang tidak bisa sekolah.

Pada tahun 2011 lalu, Pemkab Banyuwangi sudah mengirimkan mahasiswa cerdas dari keluarga tidak mampu sebanyak 12 orang di Unej dan 12 orang di STAIN. Tahun ini kerja sama dengan Unej dilanjutkan lagi, dengan harapan koutanya ditambah lebih banyak untuk memperluas kesempatan warga miskin cerdas mengenyam bangku kuliah.

Calon mahasiswa berprestasi dari keluarga sangat miskin itu ditanggung 100 persen oleh Pemkab Banyuwangi. Selain ditanggung biaya kuliahnya, Pemkab Banyuwangi juga memberikan biaya hidup sebesar Rp 600 ribu setiap bulan. “Program ini merupakan upaya percepatan pembangunan Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

Selain dengan Unej dan Unibraw, Pemkab juga menjajaki kerja sama dengan PTN lainnya seperti UGM dan Undip Semarang. Kedua PTN itu sudah memberikan respons positif terhadap proposal yang diajukan Bupati Anas. Hanya saja, Bupati Anas memilih Unej sebagai PTN bagi warga miskin berprestasi dan cerdas dengan pertimbangan cukup jauh dan membutuhkan cost besar.

“Selain karena dekat, Unej memiliki akar historis yang kuat dengan Banyuwangi,” tegas Bupati Anas. Untuk mendapatkan mahasiswa yang cerdas dan sangat miskin, Dinas Pendidikan menggelar seleksi ketat dengan beberapa kriteria. Selain tingkat kecerdasannya, calon penerima beasiswa itu harus berasal dari keluarga sangat miskin.

“Sangat  cerdas, namun dari keluarga berada tidak masuk dalam program itu,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono. Khusus kerja sama dengan Unibraw Malang, selain memiliki prestasi akademik juga prestasi non-akademik juga bisa
diterima kuliah di Unibraw. “Anak yang hafal Alquran dan memiliki prestasi olahraga bisa kuliah di Unibraw tanpa tes,” tambah Sulihtiyono. (radar)