Warga mulai Antre Premium

0
151

wargamulaiSEMENTARA itu, beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banyuwangi mulai merasakan imbas pengurangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Salah satunya adalah SPBU di Jalan Gajah Mada di Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, kemarin (26/8). Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, antrean di SPBU tersebut didominasi kendaraan roda dua. Deretan motor mengular sepanjang puluhan meter dari pompa bahan bakar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kendaraan roda empat dan truk tidak terlihat di areal SPBU tersebut. Ternyata, stok solar di SPBU Gajah Mada tersebut sudah habis sejak pagi kemarin.  Sementara itu, pengisian BBM jenis premium hanya dilayani satu unit pompa. Penyebabnya, stok premium di pompa yang lain sudah habis.Akibatnya, para pengendara yang hendak mengisi premium harus mengantre di satu unit pompa tersebut. Wakil Pengawas SPBU Gajah Mada, Bambang mengatakan, stok solar di tempat tersebut sudah habis sejak pukul 07.00 pagi kemarin. 

Stok premium juga sempat habis pukul 13.00 kemarin. Namun, pihak Pertamina segera mengirim premium satu jam kemudian. ”Premium sekarang dibatasi. Biasanya kita minta berapa pun dilayani. Sekarang dijatah maksimal 16 KL per hari. Jatah solar juga dikurangi. Biasanya setiap hari kita dijatah 8 KL solar per hari. Sekarang seminggu hanya dijatah empat kali pengisian,” jelasnya. Bambang menambahkan, antrean panjang pengendara motor di SPBU Gajah Mada tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan premium habis dalam waktu singkat.

”Yang antre Sampeyan liat sendiri, banyak kan. Kira-kira nanti magrib stok premium sudah habis. Kita baru bisa mengisi besok, karena hari ini kan sudah mengisi 16 KL,” terangnya. Sementara itu, Yayak, 25, warga Pakistaji, mengaku sudah antre di SPBU tersebut selama satu jam. ”Sudah satu jam saya antre. Nanti mau saya isi penuh. Takut enggak dapat bensin nanti,” ujarnya. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, beban pekerjaan para karyawan SPBU tersebut lebih ringan. 

Lantaran stok solar habis, mereka hanya dudukduduk sambil ngobrol. ”Solar sudah habis sejak pagi. Mau ngerjakan apa kalau solar habis. Kalau solarnya datang, baru kita kerja,” jelas Syamsul, 30, karyawan SPBU Gajah Mada. Stok BBM tipis juga dialami SPBU Karangente dan SPBU Jalan Banterang. Menipisnya stok premium itu akibat pengiriman dari Pertamina terlambat. Namun, menipisnya stok premium itu tidak berlangsung lama. ”Jam 13.00 tadi (kemarin) sempat habis. Waktu habis tadi, banyak pengendara yang membeli pertamax. Tapi sejam kemudian, premium sudah terisi kembali. Paling besok ya habis lagi. Kami sudah tidak melayani pengisian menggunakan jeriken,” jelas Yusi, admin SPBU Jalan Banterang. (radar)

Loading...