Warga mulai Memilih Pertamax

0
142

wargamulaimemilihMUNCAR – Antrean panjang di sejumlah SPBU untuk mendapatkan BBM jenis premium dan solar, terutama di wilayah Banyuwangi Selatan, ternyata hingga kemarin masih berlangsung. Malahan, bensin kini juga langka hingga tingkat pengecer. Tidak sabar mengantre lama, sejumlah warga yang mengendarai motor mulai menyerbu BBM jenis pertamax. Ini terlihat di SPBU Kedungrejo, Kecamatan Muncar. “Cari bensin susah,” terang Fauziyah, 27, salah seorang pengendara motor matik di SPBU Muncar kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Menurut Fauziyah, bensin saat ini termasuk barang langka. Beberapa SPBU ternyata kehabisan stok. Di SPBU yang masih ada stok harus antre cukup lama. “Kalau antre lama, kita tidak bisa bekerja,” dalihnya. Lantaran susah mendapatkan premium,warga Desa Kedungrejo itu terpaksa membeli BBM jenis pertamax. “Harga lebih mahal, tapi bagaimana  lagi. Eceran juga tidak ada,” ungkapnya.   

Warga yang antre BBM di SPBU itu juga termasuk pembeli menggunakan jeriken. Itu seperti di SPBU Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu.“Saya sudah dua jam antre, tapi masih belum mendapat giliran,” kata Sodiq, 40, salah satu warga yang antre di SPBU Tegalarum sambil membawa jeriken. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, antrean panjang pembelian BBM masih terlihat di SPBU Desa/ Kecamatan Cluring; SPBU Desa Kebaman, Kecamatan Srono; SPBU Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu; dan SPBU Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

SPBU Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, kemarin terlihat tutup karena stok habis. Penjualan BBM di tingkat pengecer juga terlihat sepi. Di sepanjang jalan raya Kecamatan Siliragung hingga Kecamatan Pesanggaran tidak ada yang menjual bensin eceran. Selain itu, di jalan raya jurusan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, menuju Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, juga sama. (radar)

Loading...