Warga Sekampung Punya Sapi dan Kambing

  • Bagikan
JADI SATU: Sebuah mobil membawa kebutuhan pokok saat melintas di kandang ternak milik warga di Dusun Bejong kemarin.

SONGGON – Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, berada di kawasan dataran tinggi. Bayangkan saja, desa yang dipimpin kepala desa Supriyono itu hanya berjarak sekitar 16 kilometer dari puncak gunung raung yang kini masih berstatus siaga (level III).

Dari tujuh dusun yang ada, beberapa dusun berada di kawasan perkebunan Bayu Kidul. Seperti Bejong, Lider, dan Kampung Anyar. Tentu saja, tempat perkebunan tersebut banyak ditemui berbagai tanaman kebun.

Misalnya tebu dan cengkih. Dari situlah, warga desa setempat mempunyai banyak cara untuk mendongkrak ekonomi keluarga. Salah satunya yang cukup potensial adalah beternak sapi dan kambing.

Terbilang cukup mudah untuk mencari pakan kebutuhan kedua hewan tersebut. Mengingat, hamparan rumput banyak ditemui di area perkebunan. Selain itu, rumput juga tumbuh subur di tengah kawasan hutan. Dengan potensi ternak yang cukup menjanjikan, warga Dusun Bejong sepakat memilih tempat kandang dalam satu area.

Warga sini kambingnya ada 96 ekor, dan sapi 53 ekor,’’ ungkap Kepala Dusun Bejong, Sudarmanto, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (1/11). Menurut dia, beternak sapi dan kambing tersebut sudah lama dilakoni warga Dusun Bejong. Bahkan, menurut Sudarmanto, kebiasaan itu sudah terjadi turun temurun.

Satu orang satu kandang. Itu kandangnya dijadikan satu,’’ terangnya. Dia menjelaskan, memelihara hewan ternak itu untuk tabungan. Sebab, mayoritas warganya bekerja di perkebunan. ’’Kalau pulang kerja, mereka cari rumput. Kerja dapat uang, ditambah dengan tabungan berupa hewan tersebut, nanti juga dijual dapat uang,’’ jelasnya. Kini, semua hewan ternak tersebut masih dipelihara di lokasi tersebut.

Meski Gunung Raung yang tak jauh dari Dusun Bejong berstatus siaga, namun sang pemilik belum mengungsikan hewan ternaknya. ‘’Masih ada. Belum diungsikan. Tinggal menunggu imbauan dari pemerintah saja,’’ terang Sudarmanto. Rudi, warga Dusun Bejong mengaku, sampai saat ini hewan- hewan tersebut masih dipelihara di lokasi tersebut dengan baik.

Sempat terbesit niat bakal dijual, lantaran status Gunung Raung siaga. Tapi keinginan itu belum terwujud. ’’Awalnya mau dijual saja, tapi setelah kami diberi pemahaman, tidak jadi karena takut rugi,’’ terang bapak satu anak itu. (radar)

Baca :
Pulihkan Ekonomi, Banyuwangi Kembali Bagi-Bagi Alat Usaha ke Warga
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: