Buron Kasus Rusuh Bali Ngumpet di Purwoharjo

0
219

BANYUWANGI – Siapa sangka salah satu pelaku kerusuhan yang menyebabkan tiga nyawa melayang di Denpasar pada 17 Desember 2015 lalu ternyata bersembunyi di Bumi Blambangan. Tim gabungan ┬áResmob Polres Banyuwangi bersama Polresta Denpasar dan Polda Bali berhasil meringkus Didik, warga Dusun Curah Pecak, Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jumat malam lalu (25/12).

Didik ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam insiden berdarah di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, 17 Desember lalu. Namun, sejauh mana keterlibatan Didik dalam kasus kerusuhan di Jalan Teuku Umar, Denpasar, itu masih diselidiki.

Usai ditangkap di rumahnya, pria berperut buncit itu langsung dilayar menuju Polda Bali. Dia diduga pulang ke Banyuwangi untuk bersembunyi dari petugas. Selain masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Bali atas kerusuhan tersebut.

Didik juga masuk DPO dalam kasus penganiayaan di Kecamatan Punvoharjo pada Maret 2015. Ceritanya, kekerasan yang dilakukan Didik dialami Jatar Tri Admaja, 40, warga Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo. Kecamatan Purwoharjo.

Kejadian itu berlangsung saat Jafar sedang nongkrong di warung kopi depan sebuah diler motor. “Dia memukul menggunakan sapu dan helm hingga korban mengalami sejumlah luka dan memar di jari kelingking dan kepala belakang,” papar Kasatrekrim Polres Banyuwangi, AKP Stevie Arnold Rampengan, kemarin (26/ 12).

Kasus penganiayaan tersebut dilaporkan Jafar ke Mapolsek Purwoharjo. Usai menerima laporan, petugas berupaya melakukan penangkapan. Sayang, pelaku sudah kabur ke Bali. Tak dinyana, setelah sembilan bulan melarikan diri ke Pulau Dewata, dia pulang ke rumahnya di Kecamatan Purwoharjo.

Sayang, upaya itu tercium petugas. Selain terganjal kasus kekerasan di Bali. Didik juga harus siap menjalani proses hukum kasus penganiayaan di Banyuwangi. “Saat ini dia dibawa ke Bali untuk kasus lain yang dilakukan di sana,” imbuh perwira polisi berdarah Manado itu. (radar)

Loading...
loading...

Kata kunci yang digunakan :