Pencarian Nelayan Muncar Terhalang Cuaca Buruk

0
53

MUNCAR – Proses pencarian pada Syamsul Arifin alias Arif, 19,  nelayan asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, yang hilang  saat menebar jaring di perairan Kayu Aking, Muncar pada Selasa  dini hari (21/3), masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan  kemarin (22/3).

Hingga memasuki hari kedua kemarin (22/3), upaya pencarian dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya korban  masih belum menuai hasil. Anak buah kapal (ABK) Bintang Sonar itu tak kunjung ditemukan. Kasatpolair Polres Banyuwangi,  AKP Subandi, mengatakan pencarian di hari kedua masih seperti  di hari pertama, yakni melakukan  penyisiran.

Tapi, pencarian itu tidak bisa berjalan lancar karena kondisi cuaca buruk dengan ombak besar di tengah laut. “Kondisi cuaca pada pencarian hari kedua ini masih sama seperti pencarian hari pertama, cuaca buruk sehingga ombak besar. Tetapi, tim SAR terus melakukan penyisiran di  sekitar lokasi dan sekitarnya,” kata AKP Koordinator pencarian korban dari Basarnas, Ainul Makhdin, mengungkapkan proses pencarian  korban diperluas hingga 40 kilometer dari lokasi jatuhnya korban.

Loading...

“Sejak tadi pagi tim sudah turun  dan pencarian diperluas. Itu dilakukan untuk mempercepat agar korban segera ditemukan,” katanya  saat berada di Pos Pantau Muncar kemarin (22/3).  Menurut Ainul, tim yang terlibat  dalam pencarian ini ada 25 orang.

Mereka itu ada dari Basarnas Banyuwangi, TRC BPBD Banyuwangi,  Polair Muncar, Pos AL Muncar, Orari,  Rapi, dan nelayan setempat. “Kapal Bintang Sonar sendiri mencari di bagian tengah, kapal karet Basarnas menyusuri perairan pinggir, dan satu tim lagi bergerak menyusuri bibir  pantai,” paparnya.

Pencarian itu oleh  tim SAR gabungan dihentikan pukul 15.00. Korban yang belum ditemukan, rencananya akan dicari  pagi hari ini. “Pencarian akan  dilakukan besok pagi (pagi ini),”  pungkas Ainul Makhdin.  Seperti diberitakan harian ini  sebelumnya, satu lagi nelayan  Muncar hilang saat bekerja ditengah laut. Kali ini, nelayan yang  bernasib malang itu Samsul Arifin  alias Arif, 19, asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Anak buah kapal (ABK) Bintang Sonar ini jatuh ke laut saat menebar jaring di perairan Kayu Aking, Muncar,   Selasa dini hari (21/3). Menurut salah satu tokoh nelayan Muncar yang juga ketua Pokmas Rani, Muncar, Tukimen, sebelum kecelakaan itu terjadi Arif berangkat melaut bersama sejumlah ABK dengan naik kapal jenis gardan pada Senin malam (20/3). Setiba di lokasi  kejadian, mereka menebarkan jaring  ke laut.

“Arif ikut tabur jaring bersama dua temannya,” katanya. Saat menebar jaring, terang dia, Arif terpeleset hingga tubuhnya  jatuh ke laut bersama jaringnya. Kedua temannya, berupaya menolong dengan menahan jaring agar tidak semakin ke dalam laut. Tapi,  Arif yang jatuh ke laut itu langsung  menghilang.

“Karena penyelamatan gagal dan  korban tidak ditemukan, sekitar  satu jam kemudian kapal gardan  itu pulang dan melapor ke Pos TNI AL. “Yang melapor itu Pak Sanubari, juragan kapal Bintang  Sonar, saya langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak,” ungkapnya. (radar)

loading...