Truk BBM Disopiri Tentara

0
862
Para sopir tangki Pertamina yang tergabung dalam AMT Banyuwangi melakukan orasi di depan pintu masuk Depo Pertamina Tanjungwangi, Senin (19/6/2017)

Imbas Aksi Mogok Awak Mobil Tangki

KALIPURO – Ratusan awak mobil tangki (AMT) pengangkut bahan bakar minyak (BBM) menggelar aksi mogok kemarin. Aksi mogok yang dilakukan di depan kantor PT. Pertamina Patra Niaga Tanjung Wangi, Kalipuro itu sebagai reaksi atas pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak yang menimpa ratusan sopir.

Tuntutan kedua, meminta Pertamina mengangkat semua crew AMT menjadi karyawan tetap PT. Pertamina Patra Niaga. Ketiga, memberlakukan delapan jam kerja wajib selebihnya dihitung jam lembur.

“Masa depan para sopir ini tidak jelas kami ingin menjadi karyawan di PT Pertamina, bukan di PT. otsourcing,” tegas Sugiono, crew AMT. Para sopir tangki tersebut mendirikan tenda di depan PT. Pertamina Patra Niaga Tanjung Wangi untuk melakukan aksci secara tertib dan tanpa anarki.

Mereka sudah mengantongi izin demo resmi dari pusat. Jika tuntutan tidak dipenuhi oleh Pertamina, aksi ini akan berjalan sampai 26 Juni 2017. “Kami akan terus menyuarakan aspirasi ini,” teriak Komarudin, humas aksi demo.

Aksi demo AMT serentak dilakukan di sepuluh kota di Indonesia. Kota tersebut meliputi Plumpang, Padalarang, Ujung Berung, Tasikmalaya, Tegal, Lampung, Banyuwangi, Surabaya, Makassar dan Merak.

“Demo ini kami gelar bersamaan agar PT Pertamina mendengar aspirasi kami para sopir tangki,” tegas Busairi, ketua AMT. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, aksi mogok ini memmang sudah dirancang sebelumnya.

Senin (19/6) pukul 00.00, sebanyak 140 sopir tangki berkumpul di depan Pertamina. Mereka mengandangkan truk tangki di area parkir. Para sopir itu sepakat tidak mau menjalankan kendaraan sebelum tuntutan dipenuhi.

Sebagai gantinya, pihak Pertamina meminta bantuan polisi dan TNI untuk menjalankan truk tersebut. Semula, sejumlah sopir sempat mengejar truk tersebut agar berhenti. Namun, perwakilan sopir mencegahnya sehingga truk tetap melaju ke arah selatan untuk mendistribusikan BBM.

Pukul 07.00, crew AMT menggelar orasi. Isi orasi seputar tuntutan yang harus dipenuhi Pertamina. Meski diwarnai orasi, aksi berjalan tertib. Pukul 10.00, Kapolsek Kalipuro AKP Supriyadi meminta perwakilan aksi demo melakukan mediasi bersama pihak otsorcing.

Mediasi pun digelar di Restauran Cen-cen ceria yang berlokasi tidak jauh dari tempat aksi demo. Dalam mediasi tersebut ada delapan orang perwakilan AMT didampingi oleh Fajrin dari Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI). Dari pihak perusahaan otsorcing juga ada Hendrix Sitompul selaku Direktur PT. Cahaya Andika Tamara.

Mediasi tertutup itu disaksikan Kabag Ops Polres Banyuwangi AKP Syamsudin, Kasat Sabhara AKP Basori Alwi, dan Kapolsek Kalipuro AKP Supriyadi. “Kami arahkan perwakilan dari sopir tangki untuk melakukan mediasi di tempat yang sudah disediakan,” pinta AKP Supriyadi.

Dari hasil mediasi yang dilakukan kedua belah pihak, AMT menyampaikan seluruh aspirasi terkait aksi demo maupun masalah di lapangan. Pihak otsorcing menanggapi dengan tangan terbuka dan memberikan informasi terkait kontrak kerja yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

“Mereka sudah menjadi karyawantetap pem- sahaan knmidanbukanlmryranran kontrak lagi,” ungkap Hendrix Sitompul selaku Direktur PT. Cahaya Andika Tamara. Fajrin selaku perwakilan dari FBTPI mengatakan, pihaknya tidak ada masalah dengan pihak otsorcing. Sedangkan yang diinginkan adalah membahas masalah ini dengan PT, Pertamina Patra Niaga terkait tidak diangkatnya AMT menjadi karyawan di PT Pertamina Patra Niaga.

“Para Awak mobil tangki seharusnya mendapat haknya menjadi karyawan tetap di PT pertamina bukan di perusahaan otsourcing,” papar Fajrin. Aksi mogok AMT tidak berpengaruh terhadap distribusi BBM ke sejumlah SPBU. Truk tangki tetap beroperasi karena ada sopir cadangan yang dibantu aparat kepolisian dan TNI.

Pihak PT Pertamina Banyuwangi belum bisa memberikan tanggapan terkait aksi mogok ratusan sopir tersebut. “Kami akan menggelar doa bersama hingga sore sampai pukul 16.00. Demo akan tetap berlanjut hingga besok sampai tuntutan dipenuhi,” tegas Aldo Riski, humas aksi demo AMT.

Sementara itu, alsi demo yang dilakukan ratusan AMT di depan kantor Pertamina kemarin dipastikan tidak mengganggu distribusi BBM ke masyarakat. Sebab, AMT yang melakukan aksi sudah berkomitmen untuk tertib dan tidak mengganggu distribusi BBM ke masyarakat.

Area Manager Communication and Relation Jatim Balinus Heppy Wulansari mengatakan, Pertamina sudah berkoordinasi dengan pihak PT. Patra Niaga untuk dapat menyelesaikan permasalahan mereka dengan AMT sebaik mungkin.

Sementara dari Pertamina juga melakukan upaya antisipasi agar distribusi BBM tidak terganggu dengan adanya aksi demo tersebut. Pihaknya menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh AMT dan diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan aman. Meski begitu, Pertamina juga melakukan upaya-upaya antisipasi untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar ke seluruh SPBU.

Antara lain dengan menyiapkan AMT cadangan untuk menggantikan AMT yang melakukan aksi demo, termasuk juga berkoordinasi dengan aparat untuk pengamanan Terminal BBM. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di saat Lebaran ini, bagaimana pun kondisinya,” tegas Heppy. (radar)

loading...

Kata kunci yang digunakan :