Akibat Keterlambatan Penyerahan Kuitansi

0
348

SONGGON- Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM-PD) Banyuwangi akhirnya buka suara terkait program plesterisasi yang dikeluhkan warga Desa Sumber Arum, Ke camatan Songgon. Keluhan tersebut terjadi lantaran pencairan dana kepada rumah tangga miskin (RTM) calon penerima bantuan tersebut lambat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam rilis yang dikirim ke redaksi koran ini, Kepala BPM-PD Peni Handayani menjelaskan, molornya realisasi pencairan bantuan tersebut disebabkan keterlambatan penyerahan kuitansi penerimaan dana dari kegiatan plesterisasi oleh pihak calon penerima bantuan tahun anggaran 2011 kepada BPM-PD.

Kuitansi yang merupakan salah satu persyaratan pencairan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan pihak Bank Jatim tersebut baru diserahkan awal tahun 2012. Akibatnya, administrasi pencairan tidak dapat diproses lantaran sudah melampaui tahun anggaran. “Program plesterisasi tahun anggaran 2011 merupakan bantuan sosial kepada RTM dengan nominal Rp 1 juta per anggota masyarakat.

Tiap anggota masyarakat yang menerima bantuan diwajibkan membuka rekening di Bank Jatim,” ujar Peni dalam rilis tersebut. Lebih lanjut Peni mengungkapkan, pencairan bantuan program serupa pada tahun anggaran 2012 yang jumlah bantuannya juga sebesar Rp 1 juta per RTM akan masuk ke rekening kas pemerintah desa. “ Masyarakat penerima bantuan tidak perlu lagi membuka rekening.

Pertanggungjawaban administrasi dan pelaksanaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah desa,” pungkasnya. Seperti diberitakan pada tanggal 26 Agustus lalu, belasan warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, mengaku belum menerima bantuan plesterisasi masing-masing senilai Rp 1 juta. Kepala Desa Sumber Arum, Supriyono mengakui, bantuan dana dari pemerintah itu memang belum cair.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2