Aksi Ricuh, Gudang PT. BSI Ludes di Bakar

0
744

Tiga Warga Sempat Diamankan

PESANGGARAN – Aksi perusakan fasilitas milik PT. BSI, selaku pelaksana penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu, Dusun Pancer,  Desa Sumber agung, Kecamatan Pesanggaran, oleh massa kontra tambang ternyata  terus berlanjut.

Setelah membakar Pos 8 pada Rabu malam (25/11), giliran gudang milik PT. BSI yang  dibakar. Gudang itu sebelumnya adalah kantor.  Di dalam gudang itu ada 13 motor  milik karyawan, 6 genset, pipa besi, dan tumpukan barang.

Semua habis terbakar. Gudang milik PT. BSI yang berlokasi  di sebelah timur lokasi wisata Pulau  Merah itu dibakar massa sekitar pukul 18.00. Saat itu massa bergerak  dari arah utara dan barat dengan jumlah cukup banyak. Mereka  merangsek masuk ke kawasan wisata  dan menuju gudang.

Sebelum membakar gudang, kantor dan vila milik PT. BSI di sekitar lokasi wisata itu juga dirusak  massa. Mereka melempari bangunan  itu dengan bebatuan hingga banyak kaca yang pecah. “Yang dirusak itu hanya milik BSI. Milik  warga tetap aman,” cetus Sumari,  salah satu penjaga home stay di  sekitar Pulau Merah.

Terkait massa yang melakukan perusakan itu, aparat kepolisian berupaya menghalau. Tetapi, karena jumlah massa cukup banyak, upaya pengamanan yang dilakukan petugas  kurang maksimal. Dua warga, Jovan  Trio Ang goro, 19, dan Suyadi, 47, keduanya warga Dusun Pancer,  Desa Sumberagung, sempat diamankan polisi dan dibawa ke  Pos 13.

Tetapi, kedua warga itu  akhirnya dilepas setelah massa berkumpul di simpang tiga depan kantor PT. BSI. Masa menuntut kedua rekannya dilepas. Dalam aksi malam itu, massa juga menutup jalan yang menghubungkan  Pulau Merah dan Polsek  Pesanggaran dengan cara menebang  pohon di pinggir jalan.

Tetapi,  tidak lama pohon berukuran besar itu dibersihkan petugas keamanan dari Koramil dan Polsek Pesanggaran. Chainsaw milik massa yang  digunakan memotong pohon disita dan diamankan polisi. “Pohon  yang ditebang langsung kita bersihkan,”  cetus Kapolsek Pesanggaran,  AKP Sudarsono.

Aksi warga itu berlangsung hingga pukul 24.00. Pada pukul 22.00 warga sebenarnya sudah bubar. Tetapi, tidak lama kemudian mereka kembali berdatangan dan berkumpul di  sekitar wisata Pulau Merah. Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama, melalui Kasubag  Humas, AKP Subandi, saat dikonfirmasi mengatakan saat  terjadi pembakaran gudang milik  PT. BSI itu ada tiga warga yang diamankan.

“Tapi kita pulangkan  lagi,” katanya seraya menolak menyebut identitas dan alasan pelepasan mereka. (radar)