Beranda Sosial Puluhan Warga dan Mahasiswa Gelar Aksi Long March Tolak Tambang Emas

Puluhan Warga dan Mahasiswa Gelar Aksi Long March Tolak Tambang Emas

0
648
Aksi warga dengan teatrikal berdarah-darah dalam long march di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemarin (6/5).

PESANGGARAN – Puluhan warga dan aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, menggelar aksi unjuk rasa menolak tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Minggu (6/5/2018) kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam aksinya itu, sedikitnya 50 warga melakukan long march dari lapangan Pancer, Desa Sumberagung hingga Desa/Kecamatan Pesanggaran sejauh 10 kilometer. Selama dalam perjalanan, mereka bergantian orasi dan membagikan brosur yang berisikan peta wilayah konsensi pertambangan emas yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (BSI) kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Aksi long march dengan memakai baju putih bertuliskan tolak tambang emas, itu terus dilakukan warga sambil bernyanyi dan meneriakan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi oleh pelaksana tambang emas. Dalam aksi itu, salah satu aktivis PMII melakukan aksi unik dengan memikul bambu sepanjang dua meter dengan kedua kaki dirantai.

Tanpa mengenakan baju, badan mahasiswa itu dilumuri cat warna merah. “Saya melakukan aksi ini untuk kesejahteraan warga, BSI segera memenuhi apa yang kami minta dan tidak merusak lingkungan lagi,” ujar Adi, 22, salah satu aktivis PMII.

Loading...

Dalam aksi itu warga menuntut BSI berhenti melakukan aktivitas penambangan, dan menutup area pertambangan di Gunung Tumpang Pitu. Selain itu, warga dan PMII menuntut aktivis lingkungan hidup Budi Pego segera dibebasan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!