Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Aktivitas Bongkar-muat Turun

Triwulan Satu Kapal Bongkar hanya 267 Unit

KALIPURO – Pada triwulan pertama kegiatan bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Wangi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, anjlok dibanding tahun lalu. Pada periode yang sama tahun 2014, kapal yang bongkar mencapai 316 unit. Tahun ini hanya sekitar 267 kapal saja.

General Manager (GM) PT. Pelindo III Cabang Tanjung Wangi, Bangun Swastanto mengung kapkan, secara umum aktivitas bongkar-muat turun. Namun, jumlah gross tonnage (GT) meningkat dari tahun lalu. Triwulan pertama 2014 jumlah gross tonnage hanya 873.750 saja, tahun ini meningkat menjadi 886.731 GT.

“Dibanding triwulan satu tahun 2014 lalu arus kedatangan kapal turun, tapi GT meningkat,” ujar Bangun. Menurut Bangun, anjloknya kun jungan kapal barang ke pelabuhan Tanjung Wangi salah satunya karena kapal-kapal yang bersandar di dermaga pelabuhan memiliki ukuran besar.

Sehingga kapal-kapal yang lebih kecil harus menunggu lebih lama untuk bongkar di pelabuhan. Beberapa kapal memiliki panjang setengah dari panjang dermaga umum yang panjangnya 518 meter. “Ada yang panjangnya lebih dari  200 meter,” katanya.

Berdasar jenis, kapal curah cair BBM masih mendominasi kegiatan bongkar dengan jumlah 82 unit kapal dengan berat 476.138 GT. Disusul kapal general cargo 50 unit atau setara dengan 21.374 GT. Selanjutnya, kapal penumpang hingga triwulan I 2015 tercatat enam unit dengan berat 4.395 GT dan membawa 786 penumpang.

Tahun lalu, kapal penumpang mencapai 15 unit dengan penumpang 1.612 orang. Bangun menjelaskan, fluktuasi kapal penumpang banyak dipengaruhi momen. Sebab, kapal yang rata-rata datang dari Kepulauan Madura seperti Pulau Sapeken biasanya ke Banyuwangi untuk membeli kebutuhan pokok.

Sementara itu, arus barang triwulan pertama mencapai 381.400 ton sedangkan dalam satuan liter mencapai 295.266. Tahun sebelumnya tercatat arus barang mencapai 396.169 ton dan satuan liter ton mencapai 123.473. Sedangkan nilai komoditas, semendan pupuk masih mendominasi.

Diikuti oleh minyak kelapa sawit dan aspal. Angkutan untuk beras impor tahun ini tidak ada karena pemerintah mengurangi impor beras. Bangun menyatakan, PT. Pelindo III akan menambah panjang dermaga umum 25 meter untuk mengefektifkan waktu kunjung kapal.

Saat ini panjang dermaga umum hanya 518 meter sehingga panjang dermaga umum  bertambah menjadi 543 meter. Tidak hanya dermaga umum, dermaga yang dibangun menggu nakan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) sepanjang 50 meter juga akan diperpanjang menjadi 150 meter. “Saat ini sedang proses lelang, perpanjangan akan dilakukan tahun 2016,” tambahnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE