Anak Perlu Mendapat Perlindungan Hukum

0
328
PEDULI ANAK: Maria Ulfa (kiri) menerima cenderamata dari Ny. Dani Azwar Anas.

BANYUWANGI – Ratusan kaum perempuan dari organisasi perempuan se-Banyuwangi kemarin bertemu Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Ulfa, di Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Mereka mengikuti dialog upaya perlindungan perempuan dan anak yang digelar Tim Penggerak PKK Banyuwangi. Dialog itu diikuti Ny. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan sejumlah istri pejabat teras Pemkab Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Director Exciter Global Peace Festival Indonesian Foundation (GPIF), Nadia Pratiwi Tarigan, juga hadir dalam dialog tersebut. Di hadapan kaum perempuan Banyuwangi, Maria Ulfa menyatakan bahwa undang-undang perlindungan anak sangat penting. Yang dimaksud anak di sini adalah sejak dalam kandungan sampai 18 tahun. “Mereka perlu mendapat perlindungan dan pendampingan. Apalagi, saat ini banyak kasus kekerasan terhadap anak,” katanya.

Anak sering menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan di lingkungan tempat tinggal, dan kekerasan di sekolah. “Belajar dari kasus tersebut, saat ini sudah saatnya anak-anak mendapat perlindungan hukum,” tutur Maria Ulfa. Nadia Pratiwi Tarigan menambahkan, perlu lembaga formal dalam mencegah tindak kekerasan di sekolah, rumah tangga, dan lingkungan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Ratusan Hektare Lahan Tiga Gunung di Banyuwangi Habis Terbakar