Anas Paparkan Kesiapan Banyuwangi Sambut Pertemuan IMF-WB Saat Diwawancarai Voice of America

0
419


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan sejumlah inovasi pengembangan daerah saat diwawancara Voice of America (VoA) di kantornya, Washington DC.

Kunjungan sekaligus untuk promosi Banyuwangi itu difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Anas juga memaparkan kesiapan Banyuwangi menyambut pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) 2018 di Bali, Oktober mendatang.

Dalam ajang yang diikuti 17.000 delegasi dari seluruh dunia itu, Banyuwangi telah ditetapkan sebagai bandara penunjang. Sebagian delegasi negara bakal mendarat dan berwisata di Banyuwangi.

“Kami jelaskan persiapan Banyuwangi. Misalnya, bandara dan infrastruktur lainnya yang terus dikembangkan dengan dukungan penuh pemerintah pusat. Ketua Panitia Pertemuan IMF-World Bank, Pak Luhut Panjaitan, juga telah meninjau ke Banyuwangi bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI,” ujar Anas dalam pernyataan resminya, Rabu (11/7/2018).

Dalam pertemuan IMF-WB itu, Banyuwangi menargetkan bisa menggaet 2.000 delegasi untuk bermalam dan berwisata di Banyuwangi. Sehingga berdampak ke ekonomi lokal, mulai akomodasi, kuliner, suvenir, hingga pelaku usaha pariwisata lainnya.

“Kamis siap. Acara itu adalah momen penting bagi Indonesia, baik dari sisi politik global, ekonomi, maupun pariwisata. Dan kami berterima kasih ke pemerintah pusat yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai daerah penunjang,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan VoA, Anas juga ditanya soal pengembangan wisata di Banyuwangi.

“Saya sampaikan, bagi Banyuwangi, pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tapi juga bagian dari konsolidasi pembangunan infrastruktur, konsolidasi pengembangan seni-budaya, konsolidasi birokrasi, dan perubahan perilaku,” ujarnya.

“Tentu dampak ekonomi juga menjadi tujuan, dan pariwisata efektif menggerakkan ekonomi. Itu terbukti dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi serta penurunan kemiskinan,” imbuh Anas.

VOA sendiri adalah siaran multimedia (radio, televisi, dan internet) yang dibiayai pemerintah AS, yang menyiarkan informasi dalam 53 bahasa. VoA berkantor pusat di Washington DC, dan setiap pekannya menjangkau ke lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia.

Sebelumnya, delegasi Banyuwangi juga diterima Dubes Indonesia untuk AS Budi Bowoleksono, di Wisma Indonesia. Dibiayai Kemenlu, Banyuwangi difasilitasi bertemu dengan lebih dari 80 pelaku usaha pariwisata AS dari American Society of Travel Agents (ASTA).

Beragam destinasi Banyuwangi dipaparkan, seperti Kawah Ijen dengan fenomena api biru (blue flame) dan G-Land yang merupakan salah satu pantai berombak terbaik di dunia untuk selancar. Ditampilkan pula Tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi, yang mendapat apresiasi luas publik AS.

Loading...

Rack server merk baru DATEUP - sumber rejeki

Rack server merk baru DATEUP - sumber rejeki

Yuk gan segera order Rack Server DATEUP RACK PERTAMA DAN SATU SATU NYA DI INDONESIA Dengan desain yang sangat bagus…
08/21/2018
Surabaya

Baca Juga :