Angkot Gratis Kurang Diminati

0
918
Sejumlah pelajar SMA dan SMK memilih mengendarai sepeda motor daripada naik angkot gratis. Mereka ada yang berboncengan tiga ketika melintas di jalan raya sebelah utara SMPN1 Banyuwangi, kemarin.

PANTAUAN tim Jawa Pos Radar Banyuwangi di beberapa sekolah di kawasan pusat Kota Banyuwangi dan sekitarnya, tidak sedikit orang tua yang sibuk mengantar buah hatinya pergi ke sekolah. Ada yang mengenakan sepeda motor, ada pula yang menunggang mobil.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pemandangan yang sama juga tersaji di jam-jam pulang sekolah. Bahkan, sebelum bel pulang sekolah berbunyi, puluhan orang tua sudah menunggu buah hatinya di depan gerbang sekolah.

Salah satunya di SDN  4 Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Para orang tua tersebut lebih memilih antar-jemput anaknya ke sekolah daripada memanfaatkan angkutan kota (angkot) gratis yang telah disediakan pemkab.

Seperti diutarakan Agus, warga Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Dia mengaku belum tega melihat anaknya pergi pulang (PP) ke SDN 4 Penganjuran. “Karena anak saya masih kecil, masih kelas 1 SD. Kasihan kalau naik angkot sendirian,” ujarnya.

Pun demikian dengan para orang tua murid SMPN 1 Banyuwangi. Meski angkot gratis untuk pelajar telah tersedia, nyatanya masih banyak wali murid yang memilih antar jemput buah hatinya pergi pulang ke sekolah dengan kendaraan pribadi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last