Bangun Kebersamaan Hadapi Tantangan Global

0
852

Anas-berpidato-di-hadapan-ribuan-elemen-masyarakat-kemarin.-Dia-mengajak-untuk-bersama-sama-membangun-agar-cita-cita-dan-mimpi-besar-Banyuwangi-terwujud.

Pidato Anas di Hadapan Lintas Elemen Masyarakat

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi  periode 2016-2021, Abdullah Azwar Anas menyampaikan pidato di depan  publik kemarin (24/2). Melalui pidato  yang disam paikan di pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut, Bupati Anas berusaha membangun kebersamaan untuk memenangkan persaingan global.

Ribuan orang asal seantero Banyuwangi tumplek blek di halaman depan pendapa untuk menghadiri silaturahmi bersama Bupati Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko tersebut. Mereka berasal dari lintas elemen, mulai para anggota  Forum Pimpinan Daerah (Forpimda),  pimpinan DPRD, satuan  kerja perangkat daerah (SKPD),  tokoh lintas agama, pimpinan organisasi masyarakat, organisasi  kewanitaan, perbankan, pengusaha, seniman, budayawan, lintas partai politik, kalangan veteran, dan lain-lain.

Menariknya, seluruh pimpinan SKPD, para lurah, dan kepala desa (kades) hadir bersama istri  atau suami masing-masing. Kalangan perempuan memang mendapat “porsi” khusus pada pidato perdana Anas kemarin.

Sebab, kalangan perempuan menjadi salah satu garda depan untuk menyiapkan generasi Banyuwangi Emas pada 30 tahun  sampai 40 tahun ke depan.  Bupati Anas mengatakan, pada  pidato kemarin pihaknya tidak menyampaikan program secara  detail.

Dia mengaku detail program pembangunan akan disampaikan pada forum musyawarah rencana pembangunan kabu paten (musrenbangkab) mendatang.  “Pada kesempatan ini kami akan  menyampaikan mimpi dan cita-cita Banyuwangi ke depan. Mari kita bersama-sama membangun agar cita-cita dan mimpi besar tersebut terwujud,” ajaknya.  

Anas menuturkan, persaingan yang harus dihadapi Banyuwangi ke depan semakin berat. Bukan hanya persaingan antar kabupaten atau provinsi, tetapi juga harus menghadapi persaingan global. “Kita sudah masuk kompetisi global. Ini peluang sekaligus  tantangan. Kalau kita bersamasama bergabung, ini akan menjadi  modal yang luar biasa untuk memenangkan persaingan global,” serunya.

Menurut Anas, suatu daerah bisa memenangkan persaingan global bukan semata-mata mengandalkan keunggulan sumber daya alam (SDA) tetapi juga harus  disokong dengan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya  saing tinggi. Dia mencontohkan   Singapura. Dengan SDA yang sangat terbatas, Singapura mampu  berbicara banyak di kancah   internasional.

“Jadi, tidak ada pilihan lain. Kita harus melakukan investasi SDM,” kata Anas. Sejumlah cara telah ditempuh Pemkab Banyuwangi dalam  rangka investasi SDM tersebut.  Salah satunya meneruskan program beasiswa Banyuwangi Cerdas  untuk membiayai siswa miskin  berprestasi menempuh pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kita juga akan meneruskan program Banyuwangi Mengajar.  Saat ini sudah ada 50 pendidik  muda yang diterjunkan untuk memberikan pendidikan di sekolah-sekolah terpencil. Ke depan, jumlahnya akan terus ditingkatkan,” bebernya.

Bukan itu saja, Anas juga mengaku akan menerapkan program Banyuwangi Emas. Lewat program tersebut, akan dilakukan   berbagai upaya untuk menyiapkan SDM berkualitas tinggi pada 30 tahun sampai 40 tahun ke depan. Melalui Program Banyuwangi  Emas, pemkab akan mengeluarkan sejumlah kebijakan penting.

Beberapa kebijakan dimaksud antara lain, memberikan bimbingan pada pasangan yang akan menikah, pembekalan pada ibu  hamil, pembekalan bagi keluarga yang memiliki balita, dan lain-lain. “Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) juga akan menjadi bagian  penting pada Program Banyuwangi  Emas,” tuturnya.

Sementara itu, selain melakukan berbagai upaya untuk memenangkan persaingan global, Anas juga mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi tantangan dari dalam.  Misalnya dengan mengurai ketimpangan  antara kaya dan miskin, ketimpangan sosial, dan infrastruktur di Bumi Blambangan.

Anas menambahkan, untuk  mengurai berbagai ketimpangan  tersebut, pemkab akan menyentuh daerah-daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. “Pembangunan Infrastruktur akan menjadi prioritas. Dengan  infrastruktur yang baik, mobilisasi  ekonomi di suatu daerah  akan meningkat. Kesejahteraan   ma sya rakat juga akan meningkat,” kata dia.

Masih menurut Anas, pembangunan  saluran irigasi dan  sarana pengairan juga akan terus diting katkan. Dia mengaku selama ini mengoptimalkan pengerjaan jaringan irigasi dengan mekanisme penunjukan langsung  (PL) dengan nominal anggaran kurang dari Rp 200 juta per titik  kegiatan.

“Dengan demikian, pembangunan saluran irigasi  yang mengantarkan air dari dam atau bendungan ke lahan-lahan pertanian warga semakin merata,”  pungkasnya. (radar)