Dibawah Kepemimpinan Bupati Anas, Banyuwangi Terima 175 Penghargaan Selama 7 Tahun

0
1664


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi berhasil menerima 175 penghargaan internasional, nasional, dan regional sejak kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas yang dilantik pada 21 Oktober 2010 hingga 3 Februari 2018.

Penghargaan pertama yang diterima Pemkab Banyuwangi pada era kepemimpinan Bupati Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko adalah penghargaan dari Presiden RI ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono pada 13 April 2013. Penghargaan itu diberikan karena Banyuwangi mampu meningkatkan produktivitas beras menjadi 11,23 persen dari tahun 2009.

Produksi padi Banyuwangi tahun 2011 mencapai 717.193 ton atau naik dari tahun 2009 yang hanya 664.809 ton. Penghargaan itu juga diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap Pemkab Banyuwangi karena sukses melaksanakan program peningkatan beras nasional (P2BN).

Satu bulan kemudian, penghargaan datang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan jawa Timur. Penghargaan itu diberikan karena Banyuwangi membangun sistem keuangan daerah dan mampu mengelola data secara online. Pada tahun pertama memimpin Pemkab Banyuwangi, Anas menerima 15 penghargaan tingkat provinsi dan nasional.

Pada tahun ketiga, Bupati Anas memimpin Banyuwangi, penghargaan yang diterima lebih banyak dari tahun kedua. Pada 2012, penghargaan yang diterima hanya 18 penghargaan, sedangkan pada tahun 2013 meningkat menjadi 24 penghargaan.

Penghargaan pertama yang diterima tahun 2013 adalah penghargaan dari Gubemur Jatim pada 6 Maret 2013. Penghargaan itu diberikan karena utusan Satpol PP Banyuwangi dinilai paling disiplin, paling rapi, dan paling tertib dalam upacara parade dan deñle HUT ke-63 Satpol PP se-Jatim.

Sedangkan untuk penghargaan tingkat nasional yang diterima Banyuwangi pada tahun 2013 adalah penghargaan dari presiden RI saat itu Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak peringatan hari menanam pohon dan bulan menanam pada 25 November 2013 di Karangasem, Bali. Banyuwangi dinobatkan sebagai kabupaten terbaik se-Indonesia dalam program menanam satu miliar pohon tingkat nasional.

Penutup tahun 2013, Banyuwangi mendapat penghargaan dari Gubernur Jatim Soekarwo. Penghargaan itu berupa “Investment Award” kategori kinerja pelaksanaan pelayanan penanaman modal bidang promosi investasi.

Penghargaan itu diberikan langsung Gubernur Soekarwo pada malam “Business Forum” di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 23 Ianuari 2014. Penghargaan ini diberikan pada Banyuwangi karena dinilai paling baik dalam melakukan promosi investasi di antara kabupaten/kota lainnya di Jatim.

Koleksi penghargaan yang diterima Banyuwangi pada 2014, meroket lagi menjadi 37 penghargaan. Salah satu penghargaan bergengsi yang diterima adalah penghargaan sebagai daerah berkinerja sangat tinggi dari Kementerian Dalam Negeri.

Saat itu, hanya 35 kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapatkan penghargaan itu dari total 500 kabupaten/kota. Penghargaan itu diberikan Menteri Dalam Negeri saat itu, Gamawan Fauzi pada 25 April 2014 di I akarta.

Tidak lama setelah mendapat penghargaan dari mendagri, penghargaan bergengsi kembali diterima Banyuwangi dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Nasional Pembangunan Nasional (Bappenas). Penghargaan itu diberikan karena Banyuwangi dinilai sebagai daerah yang memiliki perencanaan pembangunan terbaik se-Indonesia.

Penghargaan ke-37 yang diterima Banyuwangi pada tahun 2014 adalah berasal dari Menteri Dalam Negeri. Penghargaan itu diberikan karena Banyuwangi sukses menjadi daerah yang menduduki peringkat pertama rencana aksi daerah pencegahan dan pemberantasan korupsi se-Indonesia.

Memasuki tahun 2015, penghargaan yang diterima Banyuwangi lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya menerima 37 penghargaan, tahun 2015 hanya menerima 29 penghargaan saja.

Pada tahun itu, Bupati Abdullah Azwar Anas ditetapkan sebagai kepala daerah inovatif 2015 oleh salah satu media nasional. Penghargaan itu diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Anwar Sanusi di Makassar pada Agustus 2015.

Pada tahun yang sama, Banyuwangi ditetapkan sebagai Kota Sehat Swastisba 2015 oleh Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek. Penghargaan Swastisba merupakan event dua tahunan yang digelar Kementerian Kesehatan RI untuk mendorong daerah memacu kinerja pembangunan kesehatan daerah dan warga.

Penghargaan yang diberikan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita pada bulan November 2015 itu merupakan penghargaan terakhir yang diterima Anas sebagai Bupati Banyuwangi periode pertama pada 21 Oktober 2015, mengakhiri tugas sebagai Banyuwangi periode 2010-2015.

“Semua penghargaan yang kita terima, memotivasi kami dan semua rakyat Banyuwangi untuk kerja lebih keras lagi membangun Banyuwangi yang baik lagi,” ujarnya.

Loading...

Baca Juga :