Tiga Bulan di Banyuwangi, 12 Mahasiswa Asing Enggan Pulang

0
225


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Setelah berada di Banyuwangi selama 3 bulan, misi belajar seni dan budaya lokal dari 12 mahasiswa asing yang mendapatkan Program Bea Siswa Budaya Indonesia (BSBI) sudah berakhir.

Setelah tinggal dan belajar tentang budaya Banyuwangi, 12 mahasiswa asing tersebut merasa berat meninggalkan Banyuwangi. Mereka merasa menjadi bagian dari warga Banyuwangi.

Bersama Direktur Diplomasi dan Informasi Publik Kementerian Luar Negeri Azis Nur Wahyudi, para siswa dari 12 negara ini datang ke Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Senin (25/6/2018) kemarin.

Mereka datang untuk berpamitan kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko sebelum pulang ke negara masing-masing, di kantor Pemkab Banyuwangi.

Salah satu siswa BSBI Yui Moriya (21) asal Jepang mengaku mendapat kesan yang sangat mendalam selama berada di Banyuwangi. Dia tidak hanya menguasai tarian dan alat musik daerah, bahkan juga merasa telah menjadi bagian warga Banyuwangi.

“Saya kangen dengan keluarga di Jepang, tapi saya tidak ingin pulang dari sini. Orang di Banyuwangi sangat ramah saya suka tinggal di sini,” kata Yui menggambarkan rasa cintanya pada Banyuwangi.

Selama di Banyuwangi Yui mengaku mendapat banyak pengalaman berharga. Tidak hanya belajar kesenian dan budaya lokal, tapi dia juga berinteraksi dengan kultur warga setempat yang menyambutnya dengan hangat.

“Banyuwangi sangat menyenangkan banyak festival juga punya tempat-tempat yang indah. Saya masih ingin merasakan itu semua,” ujarnya.

Saat ini Yui mengaku sudah menguasai tiga jenis tarian daerah Jejer Gandrung, Sunar Udara dan Meras Gandrung. Dia mengaku siap untuk tampil dan memberikan yang terbaik di malam pertunjukan Indonesia Chanel yang akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM) 4 Juli mendatang bersama siswa BSBI dari daerah lain.

Sedangkan Nelly dari Bulgaria selain menari juga bisa sudah bisa memainkan alat musik gamelan dan rebana. Nelly juga mulai bisa berbicara bahasa Using untuk perkenalan.

“Aran isun Nelly. Isun teko Bulgaria (nama saya Nelly, saya dari Bulgaria-red),” tuturnya dengan logat bule yang kental.

Sementara Kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Direktur Diplomasi dan Informasi Publik Kementerian Luar Negeri Azis Nurwahyudi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan untuk Banyuwangi yang telah menjadi tuan rumah bagi terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Sanggar Seni Sayu Gringring Banyuwangi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab dan masyarakat Banyuwangi yang telah menerima dengan sangat baik para mahasiswa program BSBI 2018. Mereka telah mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang seni dan budaya lokal, juga semakin mengenal tentang keragaman budaya Indonesia. Kami harap Banyuwangi terus bersedia menjadi tuan rumah untuk program BSBI selanjutnya,” jelas Azis.

Kemenlu, lanjut Azis, tidak salah memilih Banyuwangi sebagai daerah untuk belajar bagi para siswa BSBI. Ini merupakan tahun pertama Banyuwangi menjadi tuan rumah setelah 16 tahun penyelenggaraan BSBI di Indonesia dengan total alumni sebanyak 848 dari 74 negara.

“Saya melihat hasil yang diluar ekspektasi kami. Para siswa BSBI di Banyuwangi jauh lebih bagus dari apa yang kami bayangkan. Mereka tidak hanya bisa menari Gandrung dan memainkan alat musik tradisional, tapi mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia bahkan Bahasa Using. Mereka juga sangat betah disini dan merasa menjadi bagian dari Banyuwangi, sampai-sampai mereka nangis waktu kami beritahukan program ini sudah hampir selesai,” kata Azis.

Apa yang dipelajari oleh para siswa tersebut di Banyuwangi, kata Azis, nantinya akan dipentaskan pada even Indonesia Chanel (Inchan) di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 4 Juli mendatang.

Mereka akan menampilkan seni dan budaya Banyuwangi di hadapan para perwakilan kedutaan besar negara masing-masing dan tamu undangan. Bupati Banyuwangi juga turut diundang untuk menyaksikan pertunjukan ini.

“Lebih dari itu setelah pulang ke negara masing-masing mereka akan menjadi sahabat sekaligus duta Banyuwangi dan Indonesia yang akan senantiasa membawa pesan dan kesan positif selama berada di sini,” ujarnya.

Sementara Wabup Yusuf Widyatmoko juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Kemenlu yang telah memberikan kepercayaan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah program BSBI.

“Ini adalah kepercayaan yang berharga. Banyuwangi siap menjadi tuan rumah di tahun-tahun berikutnya,” ujar wabup.

Loading...

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

"JUAL KAYU MERANTE-KAMPER-BORNEO-DLL.ASAL SUMATRA" "UKURAN KAYU BORNEO" 1).KAYU BORNEO RENG RENG: 3 x 4 x 400 cm = Rp. 2.000.000…
10/22/2018
jakarta

Baca Juga :