Bayi Montok Menangis di Musala

0
924

Sengaja Dibuang, Jadi Rebutan Ibu-ibu

GLENMORE – Bayi montok berkelamin perempuan ditemukan warga tergeletak di teras musala Al-Mukhtar, Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, kemarin pagi (10/12). Saat ditemukan, bayi malang itu sedang menangis.

” Bayi dengan berat sekitar 3,5 kilometer dan panjang 40 centimeter itu ditemukan sekitar  pukul 03.15 oleh Imam Malik, 20, dan Asmuni, 21. Saat itu kedua pemuda yang tidur di musala terbangun setelah mendengar tangisan  bayi.

“Yang pertama mendengar itu Asmuni,” cetus Imam Malik.  Asmuni yang mendengar ada suara bayi, terang dia, sempat ketakutan. Selanjutnya, dia Malik bangun dan melihat tangis bayi di teras musala. “Asmuni takut keluar, lalu membangunkan saya,” katanya.

Meski dengan perasaan takut, kedua pemuda itu tetap keluar musala untuk melihat bayi tersebut. Ternyata itu tergeletak di pojok teras musala. Di sekitar bayi banyak ditemukan perlengkapan seperti dot, susu, bedak, pampers, perlak, dan popok.

“Kondisi bayi digendong. Di dekatnya ada kertas bertulisan bayi itu bernama Zahra Zakila, ” ungkapnya. Karena masih malam, bayi itu oleh Asmui digendong dan dibawa ke dalam musala. Penemuan bayi itu baru disampaikan kepada warga setelah Subuh.

Sejumlah ibu segera datang ke musala dan ada yang membuatkan susu. “Saya juga lapor kepada ketua RT,” ungkapnya.  Berita penemuan bayi itu hanya dalam hitungan menit sudah tersebar sekampung. Puluhan warga langsung berdatangan untuk melihat bayi malang itu.

Petugas Puskesmas Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, polsek, dan koramil Glenmore, juga datang. “Warga yang datang banyak yang ingin mengasuh,” cetus Ketua RT 1, Sunaryo, 49. Sunaryo yang juga ingin merawat bayi itu berharap bayi itu diasuh warga yang tinggal di sekitar musala.

Baca :
Suami Jarang Pulang, Seorang Wanita di Genteng Ditemukan Gantung Diri

Selain itu, keadaan ekonomi keluarga juga perlu diperhatikan. “Demi masa depan bayi itu,” katanya.  Bayi yang untuk sementara dititipkan di rumah ketua RT itu sempat menjadi rebutan para ibu. Mereka bergantian menggendong bayi perempuan yang diduga masih berumur sebulan itu.

“Saya masih belum punya anak, ingin merawat bayi itu,” cetus Ernawati, 35, salah satu warga setempat. (radar)