Bedul Jadi Percontohan Nasional

0
389
DAERAH MANGROVE: Salah satu sudut kawasan Blok Bedul di Desa Purwoasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Luas Hutan Mangrove Indonesia Susut 5,5 Juta Ha


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat di Blok Bedul, Desa Purwoasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, lebih maju selangkah. Sebab, saat ini objek wisata yang mengandalkan hamparan tanaman bakau (mangrove) itu menjadi percontohan nasional. Selain itu, Blok Bedul juga terpilih menjadi topik studi kasus workshop yang melibatkan para penggiat konservasi mangrove dari berbagai daerah di tanah air.

Para penggiat konservasi tersebut kemarin (29/5) menjalani workshop pengembangan ekowisata dalam mendukung konservasi mangrove di hotel Ketapang Indah, Banyuwangi. Peserta pelatihan yang digelar Balai Pengelolaan Hutan Mangrove (BPHM) Wilayah I itu berasal dari beberapa daerah di Jawa, Denpasar, Buleleng, Tarakan, Balikpapan, dan Lampung Timur. Kepala BPHM Wilayah I, Murdoko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya memahami ekowisata mangrove secara perspektif. Diharapkan, konservasi hutan mangrove akan selalu terlindungi.

“Kami bekerja sama dengan Japan Indonesia Corporation Agency (JICA) yang juga sangat concern terhadap kelestarian mangrove. Dalam workshop kali ini, peserta akan bertukar pengalaman dan saling belajar melestarikan mangrove,” ujarnya. Luas ekosistem mangrove yang terus menyusut dari tahun ke tahun juga menjadi bahasan hangat dalam workshop tersebut. Bayangkan, luas hutan mangrove di Indonesia tahun 1999 lalu 8,6 juta hektare (ha).

Pada tahun 2005, hutan mangrove tinggal 3,062 juta ha. Berarti, dalam enam tahun telah terjadi degradasi ekosistem mangrove seluas 5,58 juta ha. Itu berarti, kerusakan ekosistem mangrove per hari mencapai 2.547,95 ha. Kepala JICA MECS (Mangrove Ecosystems Conservation and Sustainable use in the Asean Region), Takahisa Kusano mengatakan, para peserta diharapkan saling bertukar pengalaman tentang pengelolaan konservasi mangrove. “Jika berhasil di sini (Indonesia), kita akan menggelar kegiatan serupa di kawasan Asia Tenggara lainnya,” cetusnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya pelestarian mangrove yang digelar JICA bersama pemerintah. “Ke depan, kami berharap semua pihak khususnya pemkab dilibatkan secara konkret, sehingga bisa bersama-sama mengembangkan ekowisata,” paparnya. (radar)