Bentuk Forum Banyuwangi Bermartabat

0
474
KOMPAK: Para petinggi NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta jajaran badan otonom masing-masing ormas Islam. Mereka terang-terangan mendukung penutupan lokalisasi PSK.
KOMPAK: Para petinggi NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta jajaran badan otonom masing-masing ormas Islam. Mereka terang-terangan mendukung penutupan lokalisasi PSK.

Anggotanya NU, Muhammadiyah, dan LDII


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SRONO- Dukungan organisasi massa (ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadi-yah terhadap langkah Pemkab Banyuwangi dalam melakukan penutupan lokalisasi bukan isapan jempol belaka. Kemarin siang, kedua petinggi ormas Islam terbesar di Banyuwangi plusLembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, untuk membahas bentuk konkret dukungan tersebut.

Loading...

Bahkan, dalam pertemuan di pesantren asuhan KH. Ali Maki Zaini tersebut, ketiga ormas Islam yang juga mengajak jajaran pengurus badan otonom (banom) masing-masing sepakat membentuk Forum Banyuwangi bermartabat (FBB). Penanggung jawab FBB adalah Ketua Tanfidziah Pengurus Ca-bang NU KH. Masykur Aly; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, H. Suhadak Asy’ar y; dan Ketua Dewan Pembina LDII, Drs. Astro Junaidi.

Koordinator lapangan terdiri atas jajaran p engurus banom masing-masing ormas Islam tersebut, yaitu Gerakan Pemuda Ansor, Pagar Nusa, Banser, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda LDII. Setelah melalui pertemuan beberapa jam, puluhan peserta akhirnya sepakat membuat pernyataan bersama untuk mendukung langkah Pemkab Banyuwangi dalam menutup lokalisasi.

FBB menegaskan bahwa persoalan lokalisasi bukan hanya masalah agama, tapi juga masalah sosial. “Bahwa upaya penertiban dan penutupan lokalisasi adalah kewajiban syar’i,” tegas KH. Ali Maki Zaini yang memimpin pertemuan tersebut. FBB mendorong pemerintah sebagai pihak berwenang untuk segera menutup lokalisasi yang belum ditutup. Tetapi, juga harus menyiapkan solusi bagi para PSK. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2