Bentuk Tim Pengawas Tanaman Kelapa

0
992
Warga Desa Pakel, Kecamatan Licin membawa janur yang baru diambil dari kebun.

BANYUWANGI – Maraknya pencurian janur di Banyuwangi membuat banyak pihak merasa “gerah”. Bukan hanya para petani atau pekebun kelapa, fenomena itu juga sangat disayangkan kalangan legislatif dan  eksekutif di kabupaten berjuluk The Sunrise  of Java ini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Untuk itu, kalangan wakil rakyat bersama tim eksekutif menggodok revisi peraturan daerah (perda) untuk menguatkan upaya perlindungan tanaman kelapa di Bumi Blambangan. Salah satu poin penting revisi perda tersebut adalah pembentukan tim pengawas tanaman kelapa mulai tingkat desa  hingga kabupaten.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perlindungan Tanaman Kelapa DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah mengatakan, pansus bersama tim eksekutif sepakat tentang klausul pembentukan tim pengawas tanaman kelapa mulai tingkat desa hingga kabupaten.

“Tim ini terdiri dari kepala desa, kecamatan, dan unsur pemkab,  seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pertanian. Juga melibatkan instansi  lain, seperti pihak kepolisian,”   ujarnya usai memimpin rapat pansus bersama tim eksekutif di kantor DPRD Banyuwangi  kemarin (22/8).

Ni’mah menuturkan, pembentukan tim pengawas tanaman kelapa sangat mendesak dilakukan mengingat maraknya pen- curian janur di Banyuwangi sejak  beberapa tahun terakhir. “Tugas  tim ini mengawasi tanaman kelapa, termasuk dari pencurian  janur,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last