Bercadar Guncang Kebaman

0
675

Kuras Perhiasan Senilai Rp 250 Juta


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SRONO  – Aksi perampokan mengguncang Srono dini hari kemarin. Kawanan perampok bercadar itu menyatroni rumah Yayuk Miyastutik, 45, warga Dusun Blankon, Desa Kebaman, Srono. Dalam aksinya, perampok yang diperkirakan berjumlah tiga orang itu menguras perhiasan emas. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

Barang-barang yang dibawa kabur perampok terdiri atas 3 kalung emas seberat 3 ons; 2 bandul emas; satu perhiasan jenis intan; satu buah berlian; 9 cincin emas, dan 2 ponsel merek Nokia. Selain itu, perampok bersenjata tajam itu juga membawa kabur sepeda motor Honda Vario Techno warna putih kombinasi merah.

Perampokan itu terjadi sekitar pukul 01.30. Saat kejadian, di dalam rumah tersebut hanya ada tiga orang, yakni Yayuk, Yesi Kurniasari, 13 (anaknya), dan Yopi Hermawan, 9 (keponakan Yayuk). Malam itu, ketiganya tidur di kamar tengah. Saat mereka tidur, perampok masuk dengan cara mencongkel pintu. Kemudian, mereka langsung menuju kamar tengah. Sebelum masuk, ternyata perampok lebih dulu melompati tembok setinggi 1,5 meter. Itu dibuktikan dengan ditemukannya ambal  (tangga kecil) yang menempel di atas pagar bagian depan rumah tersebut.

Di atas pagar tersebut banyak dipasang serpihan pecahan kaca. Ditengarai, ambal tersebut untuk mempermudah melewati pagar setinggi 1,5 meter yang penuh pecahan kaca itu. Sebenarnya, malam itu pemilik rumah mendengar suara keras di sekitar rumah. Hanya saja, si empunya tidak menyadari bahwa itu tanda kedatangan tamu tak diundang. “Saya dengar suara keras, tapi saya nggak mengerti kalau mereka akan berbuat jahat,” tutur Yayuk Misyastutik kepada koran ini kemarin.

Begitu masuk, perampok tersebut langsung meminta dibukakan pintu kamar. Perampok tersebut mengaku salah satu saudara Yayuk. ‘’Buka pintunya. Aku Irfan, cepat dibuka pintunya,” ujar Hartaman, 45, suami Yayuk, menirukan ucapan perampok. Saat kejadian, Hartaman tidak ada di rumah. Malam itu, dia sedang bekerja di Muncar. Meski dipaksa membuka pintu, Yayuk tak mau menuruti permintaan tersebut. Walhasil, perampok akhirnya membuka paksa pintu kamar tersebut.

’’Saya tidak mau membuka, tapi akhirnya didobrak. Dua kali didobrak, pintu langsung jebol,” katanya. Saat itu juga, dua orang bercadar langsung menodongkan sajam ke leher korban. Mendapat perlakuan seperti itu, sebetulnya Yayuk tidak diam. Dia tetap melawan meski di bawah ancaman akan dibunuh.’ ’Parangnya sudah nempel di leher.

Saya diancam akan dibunuh jika melawan. Parang tersebut saya empaskan,” kenang Yayuk. Tetapi, upaya sekuat tenaga itu sia-sia. Sebab, perampok tetap berhasil memereteli perhiasan yang dikenakan Yayuk dan anaknya. Selain itu, mereka juga membawa kabur sepeda motor. Meski begitu, perampok tak menyekap korban. Meski korban berteriak minta tolong, tetangga kanan-kiri tidak ada yang bangun. Bisa jadi warga takut dengan perampok.

Puas menjarah harta korban, perampok langsung kabur. Anehnya, saat kabur, perampok tersebut meletuskan dua mercon. Bunyi letusan terdengar hingga radius ratusan meter. “Suara mercon dua kali. Suaranya keras sekali, setelah itu mereka lari,” kata Yayuk. Menurut Yayuk, perampok yang menyatroni rumahnya adalah dua orang bercadar berbadan tinggi-kurus, dan satu orang lagi memakai topi. ‘’Yang pakai topi orangnya agak pendek. Sepertinya saya pernah lihat orang itu, tapi saya lupa di mana,” ungkap Yayuk.

Terkait perampokan di Desa Kebaman tersebut, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan. Bahkan, pagi kemarin sejumlah personel Reskrim Polres Banyuwangi langsung mendatangi lokasi kejadian. Kapolsek Srono, AKP Jodana Gunadi, bersama anak buahnya juga terlihat di TKP (tempat kejadian perkara). (radar)