Bhatara Kala hanya Bisa Dikerjakan selama Bulan Suro

0
833
Tukul Siswandi membuat wayang ditemani cucunya di teras rumahnya, Desa Kesilir, Silragung, kmarin.
Tukul Siswandi membuat wayang ditemani cucunya di teras rumahnya, Desa Kesilir, Silragung, kmarin.

Bulan Sura atau Muharram identik dengan sejumlah kegiatan budaya, termasuk pergelaran wayang kulit untuk tujuan ritual Sukerta. Saat ini tidak banyak perajin wayang kulit di Banyuwangi. Tukul Siwandi merupakan satu dari sedikit perajin wayang yang bertahan hingga kini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SHULHAN HADI, Siliragung

PEMANDANGAN di salah satu rumah di RT 3, RW 3, Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung tampak berbeda. Di dua rumah yang dipisahkan oleh garasi mobil tersebut tampak sejumlah wayang dan kuda lumping di-Jejer.

Sementara itu, tiga laki-laki dengan rentang usia anak-anak, remaja, dan kakek-kakek tampak sibuk dengan pahatan yang sedang diselesaikan. Bagi warga sekitar lokasi, penumpangan tersebut merupakan kegiatan rutin sehari-hari di rumah Tukul Siswandi, 73.

Sore itu, pasangan cucu kakek ini sedang berusaha memahat pola-pola rumit di atas kulit sapi yang telah disamak dan dikeringkan. Dengan sabar dan teliti, Tukul Siswandi, bersama kedua cucunya, Faesal Arif, 20, Aden Panji Ashari Karamullah, 9 berulang kali mengarahkan alat pahat untuk melubangi dan membuat pola-pola di atas selembar kulit untuk dibentuk menjadi karakter wayang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last