Bikin Gigi Nenek Tetap Kuat dan Sehat

0
1221
TUA: Salah satu peserta nginang di Desa Kemiren kemarin.

Tembakau tak hanya identik dengan rokok. Ada juga penikmat tembakau dengan cara nginang, yakni menggosokkan tembakau ke gigi dan gusi. Bahkan, kini tradisi nginang dilombakan di Desa Kemiren.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SIANG itu, ruas jalan utama Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, tampak lebih ramai dari biasa. Ratusan warga tampak menyemut di tepi jalan. Mereka menyaksikan  lomba nginang yang dihelat di depan rumah-rumah warga tersebut.

Yang menarik, lomba nginang itu diikuti puluhan perempuan yang sudah berusia lanjut. Puluhan nenek itu terlihat beradu ketangkasan meracik ramuan tembakau, sirih, kapur, gambir, dan pinang. Setelah ramuan jadi bulatan, mereka menggosokkan ke gigi dan gusi masing-masing.

Dalam lomba nginang itu, ada beberapa hal yang dinilai, yakni kelengkapan peralatan nginang, busana, dan tata cara menginang. Cara berdialog sesama peserta juga masuk penilaian. Tidak hanya itu, panitia juga mensyaratkan peserta menyampaikan pantun saat nginang.

Pantun itu juga masuk penilaian dalam Nginang 2012 ini Kita akan memilih penginang terbaik. Peserta merupakan utusan masing-masing RT,” ujar anggota panitia lomba, Masduki. Beberapa peserta mengaku senang me ngikuti lomba nginang tersebut. Pada saat masih kecil, mereka tidak pernah nginang. Kebiasaan nginang mereka la kukan pada usia dewasa.

Salah satu peserta, Mbah Sumiati, mengatakan bahwa nginang memiliki tujuan dan arti tersendiri. Pe rempuan nginang karena ingin giginya kuat. Walau usianya sudah uzur, tapi gi ginya tetap utuh dan tidak mudah dimakan ku man. “Nginang bikin gigi kuat,” tutur Mbah Sumiati.

Selain itu, nginang bagi seorang pe rem puan juga memiliki arti, yakni pertanda su dah memiliki suami. Perempuan yang be lum bersuami tidak mungkin nginang. (radar)