Biola Made in Kemiren Tembus Eropa

0
400
EKSKLUSIF: Haidi Bin Slamet memainkan biola hasil karyanya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, siang kemarin.
EKSKLUSIF: Haidi Bin Slamet memainkan biola hasil karyanya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, siang kemarin.

GLAGAH – Satu lagi karya tangan-tangan terampil Putra Banyuwangi mampu menembus pasar Eropa. Hebatnya lagi, kerajinan hasil kreativitas Haidi Bin Slamet, 31, warga Dusun Krajan, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, itu tergolong barang yang luks.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Itu karena ratarata peminatnya adalah kalangan menengah ke atas. Sejak sepuluh tahun terakhir, Haidi memproduksi alat musik biola. Haidi memang tidak ingin setengah-setengah dalam mengerjakan biola pesanan konsumen. Mulai bahan baku, detail tampilan, corak warna, hingga suara yang dihasilkan, dia buat sebaik mungkin.

Tak pelak, meskipun promosinya hanya dari mulut ke mulut, violin made in Kemiren tersebut mampu menembus pasar eropa. Haidi mengaku, beberapa waktu lalu dia mengerjakan biola pesanan seorang pejabat yang bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis.

Pernah juga ada pesanan dari turis Belanda, dan beberapa turis dari Eropa lain,” ujarnya. Menurut Haidi, harga satu unit biola hasil karyanya bervariasi, tergantung bahan baku, corak, dan tingkat kesulitan pengerjaannya.”Harganya berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 2,5 juta,” pungkasnya. (radar)