Bumi Semakin Panas

0
1087

BANYUWANGI – Panasnya terik matahari benar-benar membakar warga Banyuwangi dan sekitar. Harapan warga agar terjadi hujan belum berwujud. Pertumbuhan awan yang masih tipis membuat suhu udara di Banyuwangi masih sangat tinggi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kian hari, bumi pun semakin panas.  Terik matahari semakin menggila, terutama pada siang hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi menyebut, suhu udara maksimal Banyuwangi saat ini masih berada di angka 34 derajat Celsius.

Prakiraaan BMKG Banyuwangi, Yustoto Windiarto, mengatakan minimnya pertumbuhan awan di Banyuwangi itu menjadi pemicu mengapa terik matahari di Banyuwangi begitu menyengat. Minimnya pertumbuhan awan itu disebabkan angin timur dari arah tenggara saat ini masih  dominan terjadi.

Angin timur yang berembus tersebut sifatnya sangat kering. Jadi, halim membuat pertumbuhan awan di Banyuwangi masih minim. “Terik matahari terasa sekali karena penumbuhan awan masih tipis,” kata Yustoto.

Dia menambahkan, posisi gerak semu matahari yang saat ini masih berada di selatan khatulistiwa membuat pancaran sinar matahari langsung menuju wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Tentu hal itu membuat panas matahari yang dirasakan masyarakat Banyuwangi menjadi begitu terasa.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2