Bupati Target ITdBI Naik Level 2.1

0
65

Bupati-Abdullah-Azwar-Anas-Target-ITdBI-Naik-Level-2.1

Jajaki Kerjasama dengan Bali

BANYUWANGI – International Tour de Banyuwangi Ijen (ITd-BI) 2016 berakhir sukses. Secara penyelenggaraan, nyaris tidak ada kendala berarti. Sehingga perhelatan balap sepeda kelas dunia itu berakhir manis.

Tetapi, pada edisi kelima kali  ini ada catatan hitam. Hal itu sehubungan dengan kasus yang menimpa Peter Pouly. Pembalap asal Prancis yang tergabung dalam Singha Infinity Cycling Team, Singapura, itu melakukan  pelanggaran cukup serius.

Terbukti sepeda yang dia gunakan pada etape terakhir lebih ringan daripada yang distandarkan. Tak ayal, dia mendapatkan sanksi hukuman berupa pembatalan gelar juara sebagai pembalap tercepat pada edisi kali ini. Jika gelar tidak dicabut, dia akan mengukir sejarah  dengan mencatat hat-trick juara tiga edisi terakhir.

Bukan hanya dia, hukuman tersebut ternyata juga menimpa rekan-rekannya satu tim. Khusus etape keempat, Peter Pouly dkk mendapatkan pengurangan poin. Akibat hal itu, juara umum ITdBI 2016 menjadi milik Jai Crawford dari Kinan Cycling Team.

Pembatalan itu membawa  berkah bagi pembalap asal Indonesia. Adalah Bambang Suryadi dari tim Black Inc Cycling  Team Laos yang naik peringkat  ke posisi runner up. Pada edisi kelima kemarin ITdBI masih masuk level 2.2  atau kasta kedua balap sepeda du nia. Pada edisi depan ITdBI ditarget naik kasta ke level 2.1

‘’Nanti kita upayakan naik 2.1,’’  ungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Ada beberapa langkah untuk  merealisasikan hal itu. Menurut Anas, Banyuwangi harus menggandeng beberapa daerah untuk merealisasikan target tersebut.

“Kita jajaki komunikasi dengan Bali,” jelasnya. Menurut dia, komunikasi tersebut telah dibangun, salah satunya melakukan komunikasi dengan sejumlah pejabat di Bali. ‘’Kita komunikasi dengan Bupati Buleleng. Ini berbagai tahap yang  kita jajaki. Karena kalau hanya Banyuwangi, tidak bisa naik level,”  pungkasnya. (radar)

Loading...