Datangkan Dalang Ki Enthus Susmono

0
8542

BANYUWANGI- Pelaksanaan Festival Banyuwangi (FB) akan diramaikan pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono. Hiburan wayang kulit ini akan digelar pada 23 November 2012, di Alun-Alun Kecamatan Genteng. Even ini merupakan atraksi budaya yang menjadi alternatif  hiburan bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) yang ke- 241.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Enthus merupakan salah satu dalang kondang dan terbaik yang dimiliki negeri ini. Pikiran dan darah segarnya mampu menjawab tantangan dan tuntutan yang disodorkan oleh dunianya, yaitu jagat pewayangan. Enthus memiliki gaya sabetannya yang khas, kombinasi sabet wayang golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan dalang-dalang lainnya.

Karena itu kita memilih Ki Enthus sebagai dalang pertunjukan wayang kulit,” ungkap Kepala Humas FB 2012, Juang Pribad Penampilan Kenthus juga didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikan lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, spektakuler, aktual, dan cukup menghibur.

Dengan lakon ”Pendowo Syukur” Enthus akan membawa penonton menjelajahi kejayaan masa lalu dalam balutan fragmen heroik yang sarat nilai. Juang mengungkapkan, pegelaran wayang kulit itu akan bercerita keberhasilan Pandawa membuka Hutan Wanamarta dan berhasil mendirikan negara Amarta atau Indraprastha. Sebagai tanda syukur kepada tuhan mereka menyelenggarakan sesaji Raja Suyo. Yaitu suatu selamatan yang harus dihadiri 100 raja.

Sementara itu tempat lain, Kerajaan Giribaja, dengan Prabu Jarasanda juga berencana mengadakan sesaji yakni Sesaji Kalalodra. Sesaji ini kebalikan dari Sesaji Raja Suyo yakni mensyaratkan 100 raja untuk dikorbankan sebagai tumbal. Negara Giribaja telah berhasil mengumpulkan 97 raja yang sudah dipenjarakan, sehingga kurang tiga raja. Untuk melengkapinya, Supala dan balatentara Kerajaan Giribaja diutus oleh Jasaranda untuk menaklukkan Puntadewa raja Amarta, Kresna raja Dwarawati, dan Baladewa raja Madura.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2