Diguyur Hujan, Hidrolis Macet

  • Bagikan

di-guyurKALIPURO – Musim liburan setelah ujian nasional (unas) dimanfaatkan para pelajar untuk berlibur ke Bali. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya bus pariwisata di Pelabuhan ASDP Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (25/4), dini hari kemarin. Plt. General Manajer (GM) PT. Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang, Saharuddin Koto, mengakui beberapa hari terakhir bus pariwisata banyak yang hendak menuju Pulau Bali. Menurutnya, pemandangan seperti itu masih tergolong normal.

Belum ada peningkatan kendaraan yang hendak menuju Pulau Bali dibandingkan hari-hari sebelumnya. ”Memang bus pariwisata yang banyak ke Bali,” kata Saharuddin kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Pejabat pelabuhan kelahiran Padang tersebut menambahkan,bus pariwisata yang hendak menuju Pulau Bali itu kebanyakan berangkat pada malam hari. Hal ini bisa dilihat pada Jumat (23/4) malam kemarin. Bus pariwisata mulai mengalir ke Pelabuhan ASDP Ketapang sejak pukul 22.00.

”Bus pariwisata yang menyeberang memang kebanyakan berangkat malam hari, di atas pukul 22.00,” tambahnya. Berdasar data yang diperoleh kemarin, jumlah bus pariwisata yang menyeberang ke Bali dalam satu hari mencapai 150 unit bus. Namun, jumlah tersebut dirasa masih belum menunjukkan peningkatan berarti selama liburan sekolah saat ini. ”Iya, memang terlihat banyak, tapi jumlah tersebut masih tergolong normal. Belum ada peningkatan,” tutur Saharuddin.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin sekitar pukul 01.30, bus-bus pariwisata memang terlihat banyak dibandingkan pada siang hari. Kebanyakan bus pariwisata yang menumpuk di halaman parkir ASDP Ketapang tersebut mengangkut rombongan pelajar yang hendak berlibur ke Pulau Bali. ”Mau ke Bali, Mas. Saya bawa rombongan pelajar dari Jogjakarta empat bus. Satu bus sekitar 50 orang,” kata Ridwan, sopir bus yang mengantre di Pelabuhan ASDP Ketapang, kemarin. Sementara itu, hidrolis salah satu dermaga di pelabuhan ASDP Ketapang sempat mengalami kendala.

Akibatnya, beberapa kendaraan tidak bisa melewati salah satu dermaga tersebut dan terpaksa menggunakan dermaga lain. Hidrolis tersebut macet lantaran hujan yang mengguyur terus-menerus dari siang sampai malam hari kemarin. Namun, tidak selang beberapa lama, hidrolis di dermaga MB II yang macet itu kembali berfungsi setelah ditambahi oli oleh petugas pelabuhan. ”Sekitar pukul 21.00 (kemarin) hidrolis dermaga MB II memang sedikit macet karena kekurangan oli, tapi sudah teratasi,” pungkas Saharuddin dguyur.(radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: