Diponegoro, Stadion Megah Berukir Penari Gandrung

0
1302

HARI ini Banyuwangi genap berusia 244 tahun. Wajah Bumi Blambangan banyak yang berubah drastis pada usia mendekati dua  setengah abad tersebut. Pembangunan bidang  infrastruktur terus dikebut. Berkat kerja keras semua pihak, Banyuwangi kini memiliki bangunan yang cukup dibanggakan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sejak Abdullah Azwar Anas memimpin Banyuwangi, ikon-ikon baru terkait pembangunan infrastruktur bermunculan. Mulai sarana pariwisata, gedung olahraga, ruang terbuka hijau (RTH), hingga pendapa bupati, disulap  sedemikian menarik.

Salah satu sarana olahraga yang menjadi kebanggaan adalah Stadion Diponegoro. ang menarik, gedung megah senilai 17 miliar rupiah yang pembangunannya tidak menggunakan anggaran APBD provinsi dan anggaran   APBN itu kini menjadi ikon baru sektor olahraga.

Stadion Diponegoro pembangunannya hanya  Rp 12 miliar yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten dan Rp 5 miliar dari pihak ketiga sponsor, termasuk lampu penerangan  senilai Rp 9 miliar. Bangunan mewah  itu telah diresmikan oleh Bupati Anas sejak  28 Mei 2015 lalu.

Stadion tersebut merupakan model stadion yang dibangun secara kemitraan antara pemerintah dan swasta. Renovasi Stadion Diponegoro melibatkan arsitek nasional Budi Pradono dengan desain modern dan tradisional. Sisi menarik bangunan ini bisa dilihat dari ornamen  sketsel atau partisi yang menghubungkan antara satu  ruangan dengan lainnya, lalu terbuat dari bata merah yang tersusun unik.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last