Direktur Merasa tak Zalimi Buruh

0
491
TERDAKWA: Direktur Keuangan PT Maya Muncar, Agus Wahyudin, memberikan keterangan di PN Banyuwangi kemarin.
TERDAKWA: Direktur Keuangan PT Maya Muncar, Agus Wahyudin, memberikan keterangan di PN Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Sidang kasus dugaan pelanggaran upah minimum kabupaten (UMK) dengan terdakwa Direktur Keuangan PT Maya Muncar, Agus Wahyudin, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (17/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan terdakwa. Dalam keterangannya kepada majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna, Agus mengungkapkan bahwa di dalam akta perusahaan disebutkan bahwa dirinya hanya bertindak sebagai salah satu direktur.

Jabatan direktur juga digenggam dua rekannya, dan kursi Direktur Utama (Dirut) diduduki Hendri Sutandinata. Lantaran dalam menjalankan tugas sehari-hari Agus Wahyudin kerap berkaitan dengan keluarmasuknya uang, maka dia kerap disebut sebagai direktur keuangan.

Namun demikian, segala kebijakan pengupahan karyawan tetap harus dikomunikasikan dengan dirut,” kilahnya. Uniknya, dalam sidang itu terungkap bahwa Agus merasa tidak menzalimi para buruh yang dibayar sebesar Rp 28 ribu per hari pada tahun 2010 lalu.

Loading...

Padahal, dia tahu UMK di Banyuwangi saat itu sebesar Rp 824 ribu. Itu artinya, jika dikalkulasi, upah yang seharusnya dibayar kepada setiap buruh sekitar Rp 32 ribu per hari (asumsi dalam sebulan terdapat 25 hari kerja). Menurut Agus, PT Maya telah menerapkan pembayaran upah sesuai UMK kepada para pekerja bulanan dan pekerja harian di perusahaan tersebut.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2