DLH Data Ulang Pabrik Ikan di Muncar

0
208

MUNCAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi akan melakukan pendataan ulang pabrik ikan yang ada di wilayah Kecamatan Muncar. Pendataan itu, dilakukan untuk memastikan jumlah pabrik yang masih beroperasi.

Kepala DLH Banyuwangi, Chusnul Hotimah melalui Kepala Seksi (Kasi) Analisis dan Standarisasi Pengelolaan Lingkungan,  Purwaningsih, mengatakan jumlah pabrik industri pengolahan ikan di Kecamatan Muncar saat ini mencapai puluhan. Hanya saja, jumlah pastinya masih belum diupdate.

“Dalam waktu dekat, kami akan data kembali industri pabrik pengolahan ikan di Muncar,” ujar Purwaningsih. Selain untuk memastikan jumlah pabrik pengolahan ikan yang masih aktif, dalam update itu juga untuk survey dan pendataan kembali tentang instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Sebagian besar memang sudah punya IPAL, hanya saja tidak seluruhnya difungsikan secara kontinu,” ungkapnya. Makanya, terang dia, update pabrik pengolahan ikan di Muncar itu dianggap sangat penting dilakukan. Apalagi, limbah yang  dihasilkan dari industri pabrik pengolahan ikan di kawasan  Muncar sudah mulai meresahkan hingga mencemari sungai  dan lingkungan.

Sejak berdiri industri pengolahan ikan di Muncar, para pengusaha seolah tutup mata dengan kondisi tersebut. Bahkan, mereka nyaris tidak pernah menyalurkan corporate social responsibility (CSR) sebagai  bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

“Sejak saya menjabat, belum pernah menerima CSR dari pabrik pengolahan  ikan di Muncar ini,” cetus Kepala Desa Kedungrejo, H. Abdurachman. Abdurachman tidak memungkiri keberadaan pabrik pengolahan ikan itu mengurangi jumlah pengangguran di Muncar. Tapi, dia berharap para  pemilik industri pengolahan ikan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar membuka  diri dan tidak hanya meraup  keuntungan semata.

Dikonfirmasi terpisah melalui telepon selulernya, Plt. Dinas Pendapatan Banyuwangi, Nafiul Huda, mengatakan pabrik pengolahan ikan di Muncar jumlahnya mencapai puluhan. Tapi  kontribusi terhadap pendapatan  asli daerah (PAD) tidak terlalu  besar. “Kalau jumlahnya tidak  tahu persis per tahunnya, karena harus kami hitung terlebih dahulu,” jelasnya. (radar)

Loading...