Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Hukum  

Gagal Beraksi, Dua Pelaku Curanmor Asal Jember Diringkus Polisi

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

BANYUWANGI – Jajaran Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Genteng berhasil meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Keduanya adalah Imam Mahmudi (35) dan Zainur Arifin (27) yang berasal dari Desa Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

Kedua tersangka tersebut gagal menikmati hasil curianya lantaran kepergok warga saat menjalankan aksinya.

Peristiwa tersebut berawal saat Mohammad Gunawan (17) memarkir sepeda motor Satria FU miliknya di teras depan rumahnya yang berada di Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

Selang beberapa saat, kedua pelaku datang dan mengambil kendaraan tersebut dengan cara merusak kunci kontak.

Dalam melancarkan aksinya, keduanya membagi peran masing-masing, Imam Mahmudi bertugas mengeksekusi sepeda motor, sementara Zainur Arifin berjaga-jaga di luar rumah untuk memantau situasi. Namun, saat Imam berhasil membawa kabur hasil curianya, Zainur malah tertangkap oleh warga lantaran gerak geriknya mencurigakan.

“Mendapat informasi tersebut, kami langsung mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pelaku,” ungkap Kapolsek Genteng, Kompol Agus Dwi Jatmiko, melalui kanit reskrim IPTU Pudji Wahyono.

Dari keterangan pelaku yang tertangkap, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku yang berhasil melarikan diri. Tak sampai 1 x 24 jam, Polisi berhasil mengamankan tersangka melarikan diri di Wilayah hukum Polres Jember.

“Satu orang pelaku yang kita amankan di Kabupaten Jember, terpaksa kita hadiahi timah panas karena berusaha melarikan diri saat hendak di tangkap,” jelasnya.

Hasil penyidikan awal, kedua tersangka mengaku juga melakukan perbuatan serupa di wilayah hukum Polsek Srono. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku saat ini meringkuk di sel tahanan Polsek Genteng.

“Kasus ini masih kita kembangkan, karena mengingat banyaknya kasus serupa terjadi di kecamatan Genteng,” ucapnya.