Gajah Sehat, Kambing Gunung Beranak

  • Bagikan

gajahBANYUWANGI – Taman Satwa Mirah Fantasia, Banyuwangi, punya peng huni baru. Kambing gunung (Ammotregus lervina) kiriman Kebun Binatang Surabaya (KBS) beberapa bulan lalu kini telah beranak. Yang lebih menggembirakan, proses perkembangbiakan hewan asli Afrika itu terjadi secara alami di kom pleks taman satwa yang ber lokasi di Kelurahan Lateng, Ke ca ma tan Ba nyu wangi, tersebut.

Kabar baiknya lagi, berdasar pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (3/2), kondisi kesehatan sejumlah satwa lain yang juga kiriman KBS, seperti gajah sumatera (Elephus maximu sumatranus), sitatunga (Tragelaphus spekei), dan lain-lain, semakin membaik di bandingkan ketika kali pertama tiba di Banyuwangi 5 Juni 2013 silam. Berbagai jenis satwa ter sebut tampak asyik bermain di kompleks taman satwa seluas sekitar tujuh hektare (Ha) ter se but.

Bahkan, seekor orang utan (Pongo pygmaeus) bernama Tessy yang sebelumnya menga lami obesitas (kegemukan), kini bobotnya mulai normal. Se telah menjalani program diet, orang utan berusia 15 ta hun setinggi 1,5 meter itu kini memiliki bobot tubuh 70 kilo gram (Kg). Padahal, kali per tama datang, satwa yang satu itu berbobot 85 Kg hingga susah beraktivitas.

Manager Operasional Mirah Fan tasia, Gede Budiasa mengatakan, pihaknya selalu berusaha menjaga agar satwa di taman satwa tersebut sehat. Karena itu, pola makan satwa-satwa itu di awasi ketat oleh keeper dan dokter hewan. “Kandang satwa juga didesain semirip mungkin dengan alam liar tempat satwa tersebut hidup,” ujarnya. Gede merasa bersyukur satu kambing gunung kiriman KBS telah melahirkan satu anak.

Dijelaskan, proses perkembangbiakan satwa langka itu terjadi secara alamiah. “Selain kam bing gunung, seekor kijang koleksi lembaga konservasi itu (Mirah Fantasia) juga sudah beranak dua ekor,” imbuhnya. Heri Hermansyah, salah satu keeper satwa Mirah Fantasia me nambahkan, kesehatan hewan dipantau setiap hari. Tak heran, setelah hampir delapan bulan berada di taman satwa Mirah Fantasia, satwa-satwa tersebut semakin sehat.

Dia menuturkan, kambing gunung koleksi Mirah Fantasia melahirkan anak pada 11 September lalu. “Proses perkawinan dan kelahiran kambing gunung itu terjadi secara alami. Pasca kelahiran, perkembangan kambing gunung anakan itu juga dilakukan secara alami tapi tetap kami pantau,” cetusnya. Sekadar tahu, awal Juni 2013 lalu taman satwa Mirah Fantasia mendapat kiriman pu luhan satwa asal KBS.

Rinciannya, gajah sumatera tiga ekor, kambing gunung tiga ekor, kuda nil mini dua ekor, dan sitatunga dua ekor. Selain itu, ada pula kiriman berupa pecuk kepala hitam sebanyak empat ekor, orang utan dua ekor, jalak bali delapan ekor, bekantan tiga ekor, pelikan 30 ekor, dan beberapa jenis satwa lain. Total kiriman KBS tersebut mencapai 70-an ekor.

Kepala Kesehatan Hewan KBS, Rahmat Suharta mengatakan, pengiriman satwa asal KBS ke taman satwa Mirah Fantasia, Banyuwangi, itu di lakukan lantaran kebun binatang yang berlokasi di Surabaya itu mengalami over populasi. Itu terjadi akibat perkembangbiakan hewan di KBS berlangsung baik. “Agar tidak terlalu padat, maka sebagian satwa harus dipindahkan ke lembaga konservasi lain.

Salah satunya ke Mirah Fantasia, Banyuwangi,” ujarnya kala itu. Dikatakan, sebelum melaksanakan pemindahan satwa, pihak KBS telah melakukan pengecekan lapangan untuk mengetahui kelayakan kandang dan sarana penunjang lain. “Ternyata sarana yang dimiliki Mirah Fantasia memenuhi syarat. Pemindahan itu telah se izin pemerintah dalam hal ini Ba dan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” paparnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: